Dalam waktu tiga hingga empat bulan ke depan, pemerintah Kabupaten Jayapura akan membuka jalan menuju kampung tersebut. Sebuah jalan yang diharapkan dapat mengakhiri penderitaan warga yang selama ini harus menempuh perjalanan berjam-jam dengan risiko besar.
Sebagai bentuk penghormatan, jalan itu akan diberi nama Simon Pampang. Nama itu bukan sekadar penanda, melainkan simbol pengorbanan dan dedikasi seorang aparatur yang gugur di medan tugas.
“Almarhum adalah pahlawan. Ia meninggal di medan perjuangan, di perjalanan menuju Kampung Omon,” ujar Bupati di hadapan masyarakat. Warga Kampung Omon pun menyambut keputusan itu dengan penuh haru dan persetujuan.
Nama jalan Simon Pampang akan menjadi pengingat abadi bahwa di balik setiap pembangunan, ada pengorbanan besar. Sebuah kisah pilu yang lahir dari lumpur, sungai, dan perbukitan, namun terserap makna tentang pengabdian tanpa batas. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…
ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…
SMAN 4 Jayapura mulai mempersiapkan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk Tahun Ajaran 2026/2027…