Dalam waktu tiga hingga empat bulan ke depan, pemerintah Kabupaten Jayapura akan membuka jalan menuju kampung tersebut. Sebuah jalan yang diharapkan dapat mengakhiri penderitaan warga yang selama ini harus menempuh perjalanan berjam-jam dengan risiko besar.
Sebagai bentuk penghormatan, jalan itu akan diberi nama Simon Pampang. Nama itu bukan sekadar penanda, melainkan simbol pengorbanan dan dedikasi seorang aparatur yang gugur di medan tugas.
“Almarhum adalah pahlawan. Ia meninggal di medan perjuangan, di perjalanan menuju Kampung Omon,” ujar Bupati di hadapan masyarakat. Warga Kampung Omon pun menyambut keputusan itu dengan penuh haru dan persetujuan.
Nama jalan Simon Pampang akan menjadi pengingat abadi bahwa di balik setiap pembangunan, ada pengorbanan besar. Sebuah kisah pilu yang lahir dari lumpur, sungai, dan perbukitan, namun terserap makna tentang pengabdian tanpa batas. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Menurutnya, perlindungan warga sipil tidak cukup hanya mengandalkan respons setelah konflik terjadi, tetapi harus diawali…
Pemerintah Provinsi Papua Selatan menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan…
Di bawah komando Bupati Piter Gusbager, Pemkab Keerom kini bergerak cepat untuk menuntaskan seluruh tahapan…
Tim gabungan mengikutsertakan unsur TNI dan Polri untuk menyisir lokasi hingga ke wilayah Potowaiburu. Tim…
Forum Pengusaha Asli Khenambay Umbai Kabupaten Jayapura menyampaikan delapan tuntutan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten…
Selain masalah kedisiplinan, isu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) juga menjadi sorotan. Linus mengingatkan seluruh…