Categories: FEATURES

Padukan Riset dan Entertainment, Ruangan Laboratorium Digarap James Cameron

  Vincent mengatakan mereka tidak semata-mata bekerja menghasilkan penelitian kelautan dengan teknologi terkini. Tetapi juga menghasilkan video yang bagus ketika beroperasi. Video dengan kualitas film-film Hollywood. Untuk itu tim perancang kapal sengaja berkolaborasi dengan James Cameron.

  Tinggi meja di kedua lab tersebut diatur sedemikian rupa. Sehingga tidak hanya membuat nyaman para peneliti saat bekerja. Tetapi juga bisa menghasilkan angle video yang baik. Lalu diseluruh bagian langit-langit sudah disiapkan semacam rel khusus untuk kamera.

  Meskipun laboratorium tersebut ada di dalam kapal, fungsinya tidak kalah dengan laboratorium di daratan. Sampel apapun yang didapat di dasar laut, bisa langsung diteliti di sana. Selain itu juga tetap aman disimpan di dalamnya, dengan ruangan bersuhu rendah.

  Jadi proses penelitiannya bisa berjalan dengan cepat. Peneliti tidak perlu menunggu kapal sampai daratan dahulu, untuk meneliti. Peneliti bisa langsung meneliti sampel saat diangkat dari laut dalam. Meskipun begitu untuk keamanan dan penelitian lebih dalam, seluruh sampel yang dihasilkan selama OceanXplorer berkeliling Indonesia, disimpan di fasilitas BRIN di Cibinong, Bogor.

   Kapal riset OceanXplorer masuk ke Indonesia dari wilayah sekitar Aceh. Di perairan Serambi Makkah itu, kru di OceanXplorer bersama peneliti BRIN melakukan sejumlah penelitian. Diantaranya memetakan patahan yang berpotensi memicu gempa bumi megathrust di wilayah Aceh dan sekitarnya. Seperti diketahui gempa bumi megathrust pernah terjadi dan memicu tsunami Aceh tepat sehari setelah perayaan Natal di 2004 lalu.

   Pelajaran kapal riset OceanXplorer di perairan Indonesia bertajuk Misi Indonesia 2024. Selain menggandeng BRIN, kegiatan ini juga melibatkan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi serta Tanoto Foundation. Sebelum singgah di Jakarta, kapal itu melakukan penelitian di wilayah Aceh, Batam, sampai di Padang.

  Bidang penelitian yang digarap adalah keanekaragaman hayati, iklim, paleo-klimatologi, mikroplastik, kualitas air, dan karakteristik geologi. Diantaranya adalah zona Sunda Megathrust yang disebut-sebut mempunya dampak guncangan besar. Sehingga harus dipetakan mitigasinya untuk mencegah korban jiwa yang lebih banyak.

   Penelitian dilakukan tidak hanya dengan armada ROV dan kapal submersible Triton. Tetapi juga melakukan pemantauan udara lewat helikopter yang ada di kapal. Penelitian itu berhasil mendokumentasikan beragam biota laut. Hasil temuan awal adalah, jumlah keanekaragaman hayati ternyata lebih rendah dari perkiraan. Kemudian keberadaan spesies ikan komersial berukuran besar juga ternyata masih minim. Data ini menjadi acuan penting untuk manajemen penangkapan ikan di masa mendatang.

   Vincent mengatakan penyebab dari temuan tersebut akan digali lebih dalam oleh para peneliti BRIN. ’’Tentu itu bukan potensi saya,’’ katanya. Namun dia mengatakan dari pengalaman kapal OceanXplorer melakukan misi di berbagai negara, kesimpulannya hampir sama. Yaitu adanya krisis ekosistem di lautan. Dari beberapa video yang mereka tampilkan, banyak ikan yang bersinggungan langsung dengan sampah plastik di dasar lautan. Jadi sampah plastik tidak hanya mencemari permukaan lautan.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos
Tags: KAPALRiset

Recent Posts

Gara-gara Tanah Dulang, Seorang Pria Tewas Dikeroyok 

   Prarekonstruksi memperagakan rangkaian dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Proses tersebut turut disaksikan…

17 hours ago

Perkuat Pengawasan Telur Anpu, Pemprov Siapkan  Surat Edaran Baru

Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan surat edaran gubernur yang baru untuk memperkuat pengawasan masuknya telur antarpulau…

18 hours ago

RDP Panja Pelayanan Publik Tak Dihadiri Pihak DLHK

   Kondisi itu memicu kekecewaan Panja Pelayanan Publik DPRK Kota Jayapura. Bahkan, panja menilai ketidakhadiran…

19 hours ago

Realisasi Fisik PUPR Papua Hampir 70 Persen

  Natirmalus menjelaskan, pada Bidang Bina Marga realisasi fisik telah mencapai 68,63 persen, sedangkan realisasi…

20 hours ago

500 Kendaraan Terjaring Operasi Patuh DLHK

  Kegiatan yang melibatkan personel gabungan dari DLHK, Polsek Jayapura Selatan, Satuan Polisi Pamong Praja…

21 hours ago

Akhiri Antrean BBM, DPRP Beri Deadline Pertamina

DPR Papua memberi deadline atau batas waktu selama satu pekan kepada PT Pertamina Patra Niaga…

22 hours ago