

BKSDA Papua saat mengelar diskusi penguatan multipihak bersama instansi terkait lainnya di Sunny Hotel Abepura, Senin (13/10). (foto:Jimi/Cepos)
Upaya BKSDA Perkuat Pengawasan Lindungan Satwa Liar dari Pemburuan Ilegal
Upaya penyelundupan satwa dilindungi masih saja terjadi di wilayah Papua. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua mendorong keterlibatan sejumlah pihak dalam upaya pelindungan dan pencegahan peredaran satwa liar ini.
Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua mengajak semua pihak untuk turut serta dalam upaya menjaga keberlanjutan serta pelestarian Tumbuhan dan populasi satwa liar di alam Papua.
Kegiatan ini yang dikemasi BKSDA dalam diskusi bertema ‘Penguatan Multipihak dalam Perlindungan dan Peredaran Satwa Liar (TSL) di Wilayah Kerja BKSDA Papua.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Papua Jhoni Santoso Silaban mengatakan, kegiatan ini dilatarbelakangi dari banyaknya kasus perdagangan tumbuhan dan satwa liar (TSL) dilindungi yang terjadi di wilayah Papua.
Ia mengatakan pelestarian keanekaragaman hayati baik flora, fauna maupun ekosistem sangatlah penting dalam pembangunan berkelanjutan. Hal ini ia sampaikan karena keberadaan keanekaragaman hayati yang mengatur keseimbangan alam.
Kegiatan tersebut, lanjut Jhoni, dilakukan berdasarkan Instruksi presiden (Inpres) Nomor 1 tahun 2023, yang mewajibkan 19 Kementerian dan Lembaga yang termasuk Jaksa, Polri dan TNI serta Gubernur, Bupati/Walikota untuk sama-sama menjaga pelestarian keanekaragaman hayati dalam program berkelanjutan.
“Ini adalah dasar kita berkumpul bersama dengan harapan bagaimana kita bersama-sama memastikan adanya keseimbangan penggunaan ruang untuk tujuan pembangunan ekonomi dan konservasi dalam setiap kebijakan,” kata Jhoni Santoso dalam sambutannya di Sunny Hotel Abepura, Senin (13/10).
Emma menjelaskan bahwa akar persoalan ini mencakup tiga poin utama, krisis obat-obatan psikotropika, keterlambatan pembayaran…
Berdasarkan informasi, aktivitas kembali normal di RSJ tersebut setelah pihak rumah sakit, mulai dari suster…
Menurut Tan, salah satu faktor utama yang terus dipersoalkan adalah pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera)…
Carles merasa yakin meskipun anaknya tergolong nakal di sekolah itu, namun besar harapan anaknya bisa…
Menurut Nerlince, sebagai lembaga representasi kultural masyarakat adat Papua, MRP memiliki komitmen kuat untuk melindungi…
Lihat saja SPPG baru berjalan setahun terakhir sementara saat ini ada ribuan guru honorer yang…