Categories: FEATURES

Beli Lahan Tandus Kini Jadi Hutan Organik

Menyimak Kiprah Rosita Menjaga Warisan Hijau di Megamendung

Menanam sayuran di sela pohon untuk menjaga kelembapan tanah menjadi kunci Rosita Istiawan mengubah lahan gersang menjadi hutan organik. Ia menyarankan agar kebijakan lingkungan tak hanya berhenti di tataran penanaman pohon tanpa diikuti pemeliharaan jangka panjang.

Laporan: Novitri Selvia

DI Desa Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menghampar hutan buah cinta kasih pasangan suami istri Bambang Istiawan dan Rosita. Kawasan itu menjadi rumah bagi ribuan pohon dan satwa alam bebas.“Ini dulu lahan gersang. Kami menanam satu per satu pohon sampai bisa seperti sekarang ini,” kata Rosita kepada Radar Bogor (grup Padang Ekspres) sambil menunjuk ke arah hutan di sekeliling kediamannya.

Semua berawal dari keinginan sederhana sang suami, Bambang Istiawan, yang kini telah almarhum, untuk memiliki rumah di pinggir hutan. Namun, di kawasan Puncak—termasuk Megamendung—hutan sudah sulit ditemukan.

Karena itu, mereka memutuskan untuk membuat hutan sendiri. Tahun 2000 menjadi titik awal perjalanan. Bermodalkan tabungan, Rosita membeli tanah seluas 2.000 meter persegi di Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, dari warga sekitar.Lahan itu gersang, panas, dan kritis, dengan tingkat keasaman (pH) tanah yang terlalu tinggi. Namun, ia tak mundur. Bersama keluarga, ia menanam bibit sedikit demi sedikit, mencicil pupuk, dan merawat setiap pohon yang tumbuh.

“Tanahnya waktu itu asam sekali, tapi kami terus memupuk berton-ton sampai akhirnya bisa hidup,” kata perempuan 63 tahun itu. Setelah setahun bekerja tanpa henti, tanda-tanda kehidupan mulai muncul. Tanaman tumbuh subur, tanah menjadi lebih lembap, dan udara perlahan berubah sejuk. Teknik tumpang sari atau agroforestri menjadi kunci.Ia menanam sayuran di sela pohon keras agar kelembapan tanah terjaga tanpa bahan kimia.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Harusnya Kerja MRP Dipublis dan Lebih Transparan

Pernyataan inipun memantik amarah dari berbagai pihak terutama pengurus MRP dan beberapa pihak yang menegaskan…

4 days ago

Dua Kapal Nelayan Indonesia Dibakar Tentara PNG

Menurut Taufik Latarissa, selain kapal mereka ditangkap, para nelayan tersebut dianiaya kemudian meminta tembusan Rp…

4 days ago

Setelah Botak, Kini Aibon

Namanya Hurbianus Mirip. Hurbianus tergabung dalam Kodap III D Dulla tewas dalam operasi gabungan Satgas…

4 days ago

Rahasia Tasbih Alam: Mengapa Manusia Tak Mampu Mendengarnya?

Manusia mungkin hanya mampu menangkap sebagian kecil dari fenomena itu. Namun hakikatnya, seluruh ciptaan berada…

5 days ago

Warga Disarankan Tak Berenang di Pantai Holtekamp

Penjaga sekaligus pemilik Pantai Holtekamp Orgenes Merauje mengaku gelombang tinggi di sepanjang pantai Holtekamp terjadi…

5 days ago

Ratusan Nelayan Ditangkap Otoritas PNG dan Australia Merupakan Urusan Pusat

Ratusan nelayan Indonesia atau sebanyak 154 nelayan Indonesia yang ditangkap Otoritas PNG dan Australia dalam…

5 days ago