Categories: FEATURES

Dari Proteksi Satwa Hingga Tak Memilih yang Tak Paham Lingkungan

   Kalaupun belum ada yang tertarik, namun dikatakan paling tidak para pegiat lingkungan bisa tetap bersuara. “Kita melihat track record apa yang sudah dilakukan para caleg maupun calon kepala daerah selama ini. Jika dirasa belum menjawab dan terkesan bekerja hanya untuk kelompoknya maka sebaiknya tidak memilih sosok itu,” sarannya.

  “Kita membutuhkan orang yang mau berpikir soal bagaimana menyelamatkan hutan Papua dari ancaman sawit,  dari perambahan termasuk masyarakat adat di dalamnya,”  tambah Alex.

   Sandy Awom dari Pemuda Adat Biak juga mengutarakan pendapatnya dimana terasa lebih berat apabila hanya terus berteriak dari luar.

Meski demikian bila ada yang berhasil masuk dalam system maka komitmennya, juga harus dikawal. Sebab kata Sandy, biasanya godaan uang dan kekuasaan bisa menggoyahkan sikap idealisme. Diskusi juga membahas beberapa persoalan detail semisal belum adanya regulasi daerah yang memproteksi keberadaan satwa dilindungi.

   Ini akhirnya siapapun bebas mengeksploitasi satwa dilindungi untuk kepentingan ekonomi maupun hanya untuk gagah – gagahan. “Persoalan Cenderawasih hingga kini masih belum terpecahkan. Perburuan masih terjadi dan penjualan juga sama,” imbuh Rina salah satu pegiat lingkungan muda di Jayapura.

Mirisnya hingga kini, kata Rina, masih banyak pejabat yang justru tidak peduli dan malah menjadi pelaku. Maksudnya adalah menggunakan bagian dari satwa dilindungi sebagai asesoris. Disini juga terungkap terkait kedatangan Kapolri dan Panglima TNI di Papua beberapa hari lalu yang juga mengenakan mahkota dari satwa dilindungi.

“Maksudnya dengan status terancam punah sepatutnya kita juga berpikir bagaimana menyelamatkan. Kalaupun tidak bisa ya lebih baik tidak menggunakan asesoris dari satwa dilindungi. Masih ada noken  untuk diberikan tentunya,” bebernya.

Para pegiat lingkungan memiliki keinginan dari sekian ratus caleg yang bertanding nanti, setidaknya ada yang paham soal isu lingkungan. Pasalnya jika semua hanya focus pada persoalan politik, ekonomi dan sosial maka ketika terjadi musibah bencana alam, tiga aspek di atas otomatis akan terganggu.

   “Sektor ekonomi sudah pasti terganggu apabila bencana terjadi. Lalu kondisi sosial akan menyusul. Kami menginginkan caleg yang ikut memikirkan persoalan lingkungan. Tapi kalau tidak ada, kami pikir suara kami simpan saja,”  sambung Rudi dari Uncen.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Meski Hakim Terbatas, Namun Tangani Perkara Paling Banyak di Seluruh Indonesia

Pengadilan Militer III-19 Jayapura sebagai salah satu penyelenggara peradilan di tingkat pertama mempunyai tugas untuk…

1 day ago

Kejari Merauke Lelang Sejumlah Barang Rampasan Tindak PIdana Umum

Kepala Kejaksaan Negeri Merauke Dr. Paris Manalu, SH, MH, didampingi Kepala Seksi Pemulihan Aset Arief…

1 day ago

Wali Kota Pastikan Seluruh OPD Definitif Januari Ini

Saat ini, Pemerintah Kota Jayapura telah melantik sebanyak 26 pimpinan OPD sebagai pejabat definitif. Namun…

1 day ago

Penumpang Lebih Banyak yang Berangkat daripada yang Turun di Merauke

Plt Kepala PELNI Cabang Merauke Sandi mengungkapkan, KM Tatamailau yang tiba dan sandar di Dermaga…

1 day ago

ASN Tidak Disiplin, Gaji dan TPP Ditahan

Untuk itu, Rustan Saru meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jayapura agar segera melakukan evaluasi menyeluruh…

1 day ago

Merauke Jadi Tuan Rumah Sidang Musyawarah Pekerja Lengkap PGI

Ketua Panitia Pelaksana Soleman Jambormias didampingi Wakil Ketua dan Sekretaris Panitia kepada wartawan mengungkapkan, Sidang…

1 day ago