Categories: FEATURES

Bansos Tak Lagi Terima Sejak 2024, Anak-anak Banyak yang Tak Bisa Sekolah

Tiga kamar sederhana harus berbagi dengan tiga kepala keluarga. Ada ruang tamu kecil, dapur seadanya, serta kamar mandi yang airnya diperoleh dari tetangga dengan sistem patungan.

“Dalam rumah ini ada saya, suami, sembilan anak, dua cucu, om dengan dua anaknya, dan mama saya. Jadi 17 orang tinggal bersama,” kata Konstanta kepada Cenderawasih Pos, Kamis (11/9).

Konstanta bukan perempuan biasa. Sejak usia 9 bulan, tubuh bagian kirinya mulai kaki hingga tangannya lumpuh. Namun, dengan kondisi itu, ia tetap berjualan pinang, rokok, dan sayur di emperan Pasar Sentra Hamadi.

Setiap hari, ia duduk di lantai pasar, berjuang dengan satu tangan, sambil menahan nyeri tubuh yang tak lagi kuat. Penghasilannya tak menentu. Kadang Rp50 ribu, bila beruntung bisa Rp150–200 ribu. Itu pun harus dipotong karcis Rp10 ribu per hari.

“Saya beli pinang dari orang, baru jual lagi. Kalau laku banyak, bisa dapat dua ratus ribu. Kalau sepi, paling enam puluh ribu,” ujarnya.

Sementara Wellem, sang suami, bekerja serabutan sebagai buruh porter di Pelabuhan Jayapura. Tak ada gaji tetap, hanya upah seadanya. Karena penghasilan kecil, sebagian besar anak mereka tak bisa bersekolah.

Otto Geisler, anak pertama, ikut bekerja serabutan di bangunan. Adrian, anak kedua, terpaksa berhenti sekolah sejak kelas 5 SD karena kehilangan rapor dan tak bisa pindah sekolah. Ia kini bekerja di bengkel.

Anak ketiga, Aplena, sudah menikah di usia sekitar 15 tahun tahun dan kini memiliki dua anak. Windi (14 tahun), anak keempat, masih sekolah SMP, tetapi tunggakan uang sekolahnya belum terbayar. “Windi sekarang tinggal dengan omnya, tapi uang sekolah tetap kami yang bayar,” tuturnya.

Anak kelima, Mince, baru berusia 11 tahun, disusul Maria (9 tahun), Dani (7 tahun) sama sekali belum masuk SD, dan anak ke delapan Linda (4 tahun), dan si bungsu Alek yang masih berusia 1 tahun

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Kejati Papua akan Periksa Mantan Sekwan

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menelusuri penggunaan anggaran perjalanan dinas yang selama periode tersebut mencapai Rp44,23…

12 hours ago

Karhutla di Papsel Ganggu Penerbangan di Mimika

Kabut asap pekat menyelimuti wilayah Timika dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi,…

18 hours ago

Sembilan Anggota OPM Serahkan Diri

Bersamaan dengan penyerahan diri itu, tujuh pucuk senjata api yang selama ini mereka gunakan turut…

19 hours ago

Rangkong Numpang di Perahu Warga, Sinyal Hutan Makin Gawat

Diduga kuat, si rangkong keluar dari habitatnya karena rumahnya terbakar. Karhutla yang melanda sejumlah wilayah…

1 day ago

Kebakaran Gunung Rinjani Meluas hingga 1.098 Hektare

Kepala Subbagian Tata Usaha TNGR Astekita Ardiaristo mengatakan pendaki yang sebelumnya menggunakan jalur Senaru atau…

1 day ago

Presiden Minta Pasien Umum dan BPJS Tak Dibeda-bedakan

Instruksi lainnya menyangkut perlakuan rumah sakit terhadap pasien. Prabowo meminta tidak ada perbedaan pelayanan antara…

1 day ago