Categories: FEATURES

Penghargaan Bukan Jaminan, Tapi Pengingat Untuk Perkuat Sistem Perlindungan

Ketika Kota Jayapura Layak Anak Masih Dihantui Berbagai Kekerasan

Kota Jayapura menerima penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2025 kategori Pratama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) pada Agustus 2025. Lantas sudah sejauh mana predikat layak anak ini, sejalan dengan upaya dan kondisi nyata di tengah masyarakat?

Laporan: Mustakim Ali_Jayapura

Miris, Mungkin itulah kata paling tepat untuk menggambarkan kondisi yang tengah terjadi di Kota Jayapura. Di balik penghargaan bergengsi sebagai Kota Layak Anak (KLA) dari Pemerintah Provinsi Papua, realitas di lapangan justru menunjukkan sisi kelam, masih maraknya kasus kekerasan fisik dan seksual terhadap anak.

Data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Jayapura mencatat, sepanjang tahun 2025 sudah terjadi 46 kasus kekerasan terhadap anak. Dari jumlah itu, 32 kasus di antaranya merupakan kekerasan seksual, sementara sisanya meliputi kekerasan fisik, penelantaran, dan pernikahan dini.

Ironisnya, capaian penghargaan sebagai kota yang dianggap ramah bagi anak-anak justru datang di saat angka kekerasan tersebut belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Dua hal yang kontras ini menimbulkan beragam reaksi dari masyarakat.

Sebagian warga mempertanyakan makna penghargaan “Kota Layak Anak” yang seolah tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan. Di sisi lain, ada pula yang melihat penghargaan itu sebagai dorongan agar Pemerintah Kota Jayapura bekerja lebih keras melindungi anak-anak dari ancaman kekerasan.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Tahun 2025, Curanmor Kasus Paling Menonjol di Mimika

Dalam pemaparannya, Kapolres menyampaikan bahwa jumlah kasus yang terjadi dan ditangani oleh Polres Mimika di…

34 minutes ago

Pemprov Papua Selatan Bahas Persiapan Pindah Kantor Baru

Pembahasan ini diikuti oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kepala Biro di lingkup…

2 hours ago

Puncak Arus Balik, 9 Januari 3000 Orang Akan Masuk Mimika

Rachmansyah menjelaskan bahwa sebelumnya saat puncak arus mudik di pelabuhan Poumako Timika terpantau berjalan aman…

3 hours ago

Anggota MRP Diminta Berpegang pada Aturan

Gubernur Apolo menegaskan, pertama bahwa dalam melaksanakan tugas harus senantiasa meminta petunjuk dari yang Maha…

5 hours ago

Pembayaran Denda Adat Berujung Saling Serang, Satu Orang Luka -luka

Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.I,K menyatakan membenarkan adanya aksi saling serang…

6 hours ago

Pemadaman Listrik di Mimika Karena Faktor Cuaca Ekstrem

Ia mengungkapkan, cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang disertai angin kencang serta aktivitas petir yang…

7 hours ago