“Ketika semua kunci itu dibuka, maka akan menjadi cerita yang menghanyutkan setiap pembaca, untuk kemudian merasakan cerita penindasan yang dialami oleh perempuan Papua,” ungkapnya.
Julia Opki merupakan perempuan Pegunungan Bintang yang lahir di Jayapura. Ia pernah menempuh pendidikan di Universitas Mercubuana Yogyakarta Tahun 2014. Namun dirinya tak sempat meraih gelar sarjananya lantaran faktor ekonomi.
Meski begitu, ia tetap berkeinginan menjadi seorang penulis. Selain melahirkan “Juang Rahim Kaum yang Tertindas”, perempuan yang menyukai sastra ini juga sedang merampungkan buku kumpulan cerpen bersama rekan-rekannya.
Dirinya aktif dalam dunia gerakan, kerap mengikuti kelas teater dan selalu mengupdate isu-isu yang terjadi di Papua. Selain Julia Opki, ada juga penulis perempuan Papua lainnya yaitu Esther Haluk dengan buku ‘Nyanyian Sunyi’ yang mendapat penghargaan Dermakata Award 2024 kategori fiksi dan Aprila Wayar novelis perempuan pertama dari Papua. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Komandan Satgas Pamtas RI-PNG 725/WRG Letkol Inf Muhamad Safril menyatakan meskipun saat iniTNI/POLRI sedang diberikan…
Kenapa Minuman Manis Kurang Tepat Saat Haus? Saat cuaca panas, tubuh kehilangan banyak cairan melalui…
Puluhan personel gabungan dikerahkan, melibatkan Brimob Batalyon B Polda Papua Tengah, Satuan Sabhara, Satuan Narkoba,…
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menilai Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menunjukan sikap…
Petugas membuntuti TN sejak dari pos penyekatan di wilayah Kwamki Narama sebelum akhirnya menyergap pelaku…
Tuntutan para pendemo tersebut sama dengan aksi demo sebelumnya yang menolak Program Strategis Nasional serta…