Categories: FEATURES

Habiskan hingga 600 Porsi, Siapa Saja Boleh Mencicipi

Cerita “Noken Food Journey” Ajakan Makan Gratis Bagi para Pejuang Keluarga

Makan gratis pada situasi serba  sulit saat ini rasanya bisa menjadi dahaga dalam meniti hari. Jika di kota-kota besar aksi ini sudah menjadi biasa namun di Jayapura aksi ini mulai digerakkan dan terus dijalankan hingga ke sudut kota. Ini sekaligus menjadi pesan bahwa kepedulian tidak harus menunggu hal-hal besar atau momen megah.

Laporan: Jimianus Karlodi _ Kota Jayapura

Aksi pembagian makan siang gratis jika di kota-kota besar nampaknya sudah menjadi hal biasa. Tak sedikit komunitas atau pemuda masjid yang menjalankan kegiatan tersebut. Biasanya dilakukan dalam bentuk Jumat Berkah. Menyiapkan makanan bagi mereka yang menjalankan salat jumat.

Namun bagaimana jika makan gratis ini justru diperuntukkan bagi masyarakat umum dan itu di Papua. Tentu bukan hal yang mudah mengingat semua kebutuhan untuk bahan makanan dibeli dengan harga yang tentu tidak murah. Meski begitu, kegiatan ini masih berjalan hingga saat ini. Cenderawasih Pos berhasil mewancarai penggagas dari kegiatan bagi-bagi makan siang gratis tersebut.

“Gerakan ini lahir murni dari ketulusan untuk hadir di tengah-tengah warga,” kata Deli Lusyana Watak, Selasa (8/9). Dikatakan gerakan ini sepenuhnya digarap oleh Yayasan Noken Peduli. Yayasan yang selama ini berjalan dibidang sosial. Menyambangi, membantu kelompok yang memang membutuhkan uluran tangan.  ​”Yayasan ini adalah rumah kebaikan yang sudah saya bangun cukup lama. Kami bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan karena ingin hadir dengan program yang manfaatnya langsung terasa di perut dan hati masyarakat,” ungkap Deli.

Dan untuk Noken Food Journey ini disampaikan bahwa siapa saja bisa menikmati atau mencicipi selama berstatus sebagai pejuang keluarga. Deli melihat pejuang keluarga kerap bekerja tanpa mengenal waktu dan cuaca. Terkadang harus benar-benar bertarung dengan waktu hingga lupa makan, lupa banyak hal yang penting terus mencari untuk keluarga padahal bekerja dengan waktu tanpa batas ini membutuhkan fisik, stamina dan kesehatan yang prima.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

8 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

16 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

17 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

19 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

20 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

21 hours ago