“Keterampilan ini adalah medium untuk membangun kembali mental mereka agar menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap Cris.Rio dan Sejumput Harapan. Di sudut ruangan, Rio (nama samaran), salah satu warga binaan, tak bisa menyembunyikan binar matanya. Baginya, setiap helai rambut yang jatuh ke lantai adalah simbol hari-hari yang kian produktif di balik jeruji. “Dulu saya tidak punya keterampilan apa-apa. Sekarang, saya punya keahlian. Pelatihan ini membuat masa hukuman saya tidak sia-sia. Saya ingin memulai hidup baru yang lebih bersih setelah bebas nanti,” tutur Rio penuh syukur.
Setelah pelatihan ini usai, para “seniman rambut” baru ini akan mempraktikkan ilmu mereka kepada rekan-rekan sesama penghuni lapas. Di Lapas Tabanan, tembok mungkin membatasi raga, namun melalui sebilah gunting pangkas, harapan mereka melesat melampaui pagar kawat berduri.[*]
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Pemusnahan kali ini menyasar material sitaan dari 52 perkara tindak pidana umum dengan volume mencapai…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program pembangunan dan penggunaan anggaran daerah,…
Panglima Kodam (Pangdam) XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, melakukan silaturahmi kepada Gubernur…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyebut Presiden RI Prabowo Subianto menyalurkan bantuan 10 ekor sapi kurban…
Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Mimika melakukan tindakan tegas dalam upaya pemberantasan peredaran gelap…
Ketua Pengadilan Negeri Merauke, lanjut Yuri Ardiansyah, telah menunjuk 3 hakim untuk menangani 2 perkara…