“Kami bahkan tak bisa masuk lewat pintu, harus lewat atap,” kenangnya lirih. “Untung saja keluarga saya semua selamat. Tapi kalau diingat-ingat, rasanya seperti mimpi buruk yang tak mau berakhir.”
Kini, enam tahun sudah berlalu sejak air bah itu datang. BTN Bintang Timur mungkin tampak tenang dari luar, tapi bagi warganya, setiap rintik hujan masih menjadi pengingat bahwa luka alam tak sepenuhnya bisa sembuh. Mereka hidup berdampingan dengan kenangan, berusaha menata hari esok di atas tanah yang pernah menguji keteguhan mereka. (*/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Di tengah semangat memperingati kemerdekaan, seluruh peserta upacara diajak mengheningkan cipta dan berdoa bagi…
Abisai mengatakan, rekapitulasi absensi tersebut menjadi penting untuk mengetahui tingkat kehadiran jajaran pemerintah dalam…
Abisai Rollo mengajak seluruh masyarakat Kota Jayapura menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai…
Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) kembali turun untuk menemui langsung massa aksi dari Komite Nasional…
Lembaga kemahasiswaan Uncen menilai tindakan aparat pengamanan gabungan dalam membubarkan massa aksi yang dimotori…
Pelaksanaan aksi di sejumlah titik berlangsung dengan situasi berbeda. Di kawasan Lingkaran Abepura, Kota…