Categories: FEATURES

Dari  Kehidupan yang Serba Modern, Tertarik Budaya Asli  Khas Papua

   Itulah yang kemudian membuatnya jatuh cinta untuk kembali ke Papua dan belajar tentang budaya Papua lebih dalam lagi. Dari Brab-lah dia tahu bagaimana menyembelih ayam untuk dimakan, makan papeda dan bergaul dengan masyarakat asli Papua, dan melihat budaya asli orang Papua disana.

   Dia membandingkan kehidupan di Jepang yang semuanya sudah modern.”Kalau di Jepang, kami langsung membeli ayam yang sudah dalam kemasan. Disini saya lihat langsung proses sembelih ayam hingga memasaknya,” ujar Reiri memulai kisahnya ketika datang ke Papua.

    Reiri memang masih belum fasih berbahasa Indonesia, namun berkat dosen-dosen pendamping dari Jurusan Antropologi, salah satunya pak Abdi Frank, membuatnya sangat terbantu.

   Melalui program kerjasama yang sudah dibangun oleh pemerintah Indonesia melalui Universitas Cendrawasih dan pemerintah Jepang melalui Universitas Tsukuba. Reiri yang menempuh studi di Universitas Tsukbua ini  kemudian memberanikan diri untuk melanjutkan program sarjananya di Universitas Cendrawasih.

   University Tsukuba sendiri dari referensi yang Cenderawasih Pos peroleh, adalah universitas terkemuka di Jepang yang menawarkan pendidikan tinggi berkualitas dan penelitian inovatif. Dengan komitmen untuk memajukan pengetahuan dan mendorong perubahan sosial, universitas ini telah menjadi pusat akademik yang diakui secara internasional.

  University  Tsukuba telah meraih peringkat yang sangat baik dalam QS World University Rankings 2023, yaitu 312. Universitas ini diberi peringkat sebagai salah satu universitas terbaik di dunia, menempati posisi yang prestisius dalam berbagai disiplin ilmu. Peringkat tinggi ini adalah cerminan dari komitmen universitas terhadap keunggulan akademik, penelitian, dan inovasi.

    Dalam program kerjasama ini, Reiri Takaba setidaknya hanya dua semester atau 1 tahun dia berada di Papua, yaitu semester 7 dan semester 8, sekaligus melakukan penelitian untuk selanjutnya akan dibuat dalam bentuk karya ilmiah.

    Saat ini dia juga  sedang memprogramkan  kuliah etnografi Papua dan ada lima mata kuliah lainya yang diprogramkanya. seperti misalnya Antropologi Politik, Sistem Politik Indonesia, Pemerintahan Desa, Kekuatan-Kekuatan Politik.

    Sebagai mahasiswi yang menempuh kuliaha di FISIP, nama Reiri juga tercatat dalam pangkalan data mahasiswa di Sistem Informasi Akademik (SIAKDA) Universitas Cenderawasih.(*/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Pemerintah Jangan Korbankan Tanah Adat

Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…

4 days ago

6 SPPG Mimika yang Dibekukan Segera Beroperasi Kembali

​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…

4 days ago

Diambil dari Nama Suku yang Punah Karena Kebakaran Hebat, Kini Menyimpan Banyak Cerita Legenda

Membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Jayapura. Setelah tiba di Danau Emfotte, pengunjung…

4 days ago

Distrik Manggelum Kondusif, 88 Warga Dipulangkan

Rilis yang diperoleh dari Humas Polres Boven Digoel menyebutkan, pelepasan dilaksanakan di Pelabuhan Tanah Merah…

4 days ago

De Oranje Butuh Kemenangan

Swedia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat kemenangan telak pada laga pembuka, sementara Belanda…

4 days ago

Kejari Mimika Hentikan Penuntutan Kasus Penganiayaan Lewat Restorative Justice

Perselisihan menajam setelah KS menolak membayar karena menganggap seluruh kewajibannya telah lunas. Ketegangan tersebut memuncak…

4 days ago