Categories: FEATURES

Ketemu Tupai Jinak, Kayu Bolong dan Guyuran Hujan

Catatan Ekspedisi Seven Summit West Sumatera ke MT Kerinci (Bagian 2-Habis)

Kamis pagi, 24 April, hawa dingin terasa menusuk tulang di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci. Sisa hujan deras yang mengguyur sejak Rabu malam masih menyisakan kelembapan di tanah dan udara. Kabut tipis menggantung rendah, menyelimuti kaki Gunung Kerinci yang pagi itu tampak bersih dan gagah.

Laporan: Two Efly & Azib Fattah, MP

Seperti biasa, pagi dimulai dengan rutinitas sederhana. Secangkir kopi hangat menemani aktivitas menulis sebelum perjalanan panjang dimulai. Di kejauhan, aktivitas warga mulai menggeliat. Para pemetik teh beranjak ke ladang, petani menuju kebun. Kehidupan berjalan sebagaimana mestinya—tenang, teratur, dan bersahaja.

Namun bagi kami, hari itu adalah awal dari sebuah langkah besar. Sekitar pukul 09.00 WIB, tim Seven Summit West Sumatera mulai bergerak menuju R-10 untuk registrasi di pos Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Setelah semua administrasi rampung, perjalanan dilanjutkan menuju pintu rimba (gerbang awal pendakian) menuju atap Sumatera.

Untuk mencapai pintu rimba, kami memilih menggunakan kendaraan milik warga. Pilihan ini bukan tanpa alasan. Selain menghemat tenaga, akses kendaraan menuju gerbang pendakian memang sudah menjadi praktik umum bagi para pendaki. “Untuk menuju pintu rimba kita bisa menggunakan kendaraan warga, Pak. Ini cukup membantu sebelum benar-benar mulai berjalan menuju puncak Gunung Kerinci,” ujar Lihun Alfonso, yang kami daulat sebagai leader tim.

Dalam tim ini, Lihun memimpin jalannya pendakian, sementara Bang Roy mengambil peran sebagai sweeper (penjaga ritme) di barisan belakang. Formasi ini memastikan seluruh anggota tetap dalam satu kendali perjalanan. Sebelum benar-benar memasuki jalur hutan, kami melewati dua titik gerbang pendakian. Gerbang lama kini hanya menyisakan jejak berupa bangunan kecil di sisi kanan jalur.

Sekitar 200 meter dari sana berdiri gerbang baru yang lebih kokoh dan representatif sebagai titik awal pendakian resmi. Gerbang baru ini berdiri megah dengan panjang kurang lebih 10 meter dan tinggi enam meter. Di bagian atasnya tertera tulisan “Gunung Kerinci Alur Pendakian Gunung Kerinci”, diapit logo Kementerian Kehutanan dan TNKS.Di sisi belakang sebelah kanan terdapat peta jalur pendakian, sedangkan di sisi kiri terdapat dinding besar bertuliskan “Kerinci Seblat International Park” yang kerap menjadi spot foto favorit para pendaki. Ketinggian di titik ini berada di angka 1.810 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Wali Kota: Awasi Pembangunan di Kawasan Rawan Bencana!

  Perhatian tersebut terutama menyangkut aktivitas pembangunan di kawasan yang memiliki potensi rawan bencana, seperti…

3 hours ago

Jangan Biarkan Warga Sipil Jadi Korban Konflik

  Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) memberikan perhatian serius terhadap pernyataan-pernyataan yang disampaikan…

4 hours ago

Layanan Publik Harus Tepat Waktu dan Bebas Pungli

   Abisai menegaskan, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara konsisten sesuai standar dan waktu yang…

8 hours ago

Pemprov Bentuk Tim Aset Untuk Tangani Sengketa Tanah

  Gubernur Papua, Matius Fakhiri mengatakan, pembentukan tim dilakukan untuk memastikan kejelasan status dan riwayat…

8 hours ago

Perkuat Tata Kelola Daerah, Pemprov Bentuk Tiga OPD Baru

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua membentuk tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru sebagai bagian dari upaya…

15 hours ago

Tiga Ruangan Baru di RSUD Wamena Diresmikan

Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…

16 hours ago