Selain itu, kondisi ini terjadi juga karena kurangnya minat anak-anak mudah dalam menganyam Noken. Bahkan untuk menggunakan Noken saja jarang sekali terlihat pada generasi sekarang ini.
Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk untuk mengantisipasi agar warisan budaya tak benda itu makin dicintai anak-anak muda, salah satunya dilakukan oleh UPTD Museum Noken Papua adalah melalui program promosi dan pemasaran dan program pembinaan dan pelatihan.
“Pembinaan dan pelatihan ini, kita mengajak masyarakat untuk generasi muda, khususnya anak sekolah supaya berlomba-lomba mencintai noken dan menganyam Noken,” ujarnya.
Ke depan pemerintah provinsi Papua berencana akan menjadi noken sebagai pengganti plastik. Hal ini dilakukan untuk mengurangi limbah plastik di kota Jayapura dan Papua pada umumnya.
Karena itu, ia berharap semua pihak dapat berpartisipasi penuh dalam pelestarian dan pembinaan serta pengembangan Noken Papua secara masif di segala bidang.
Noken tidak hanya digunakan sebagai pelengkap fasilitas pendukung lainnya, tetapi bagaimana dengan ketersediaan bahan bakunya, lalu pengembangan ekonomi kreatif bagi masyarakat. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
"Modus yang digunakan pelaku yakni menabrak korban hingga terjatuh, kemudian mengambil handphone milik korban dan…
Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayapura berhasil mengamankan seorang terpidana tindak pidana korupsi…
Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengambil langkah radikal guna mengurai semrawutnya tata kelola lalu lintas…
Para guru yang tergabung dalam Forum Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini…
Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengungkapkan lambannya realisasi fisik ini dipicu oleh lonjakan harga material bangunan…
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Bagian Akademik, Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) Uncen per…