Categories: FEATURES

Kurang Perhatian dari Keluarga, Bertahan Hidup dengan Keterbatasan

Potret Buram Kehidupan Anak-anak Jalanan yang Berkeliaran di Kota Jayapura

Fenomena anak jalanan masih menjadi salah satu persoalan sosial yang kompleks di Kota Jayapura, Papua. Dari kawasan Terminal Mesran, Entrop, Ampera, hingga Ruko Dok II, kehadiran anak-anak yang hidup di jalan menjadi pemandangan yang tak asing.

Laporan: Karolus Daot_Jayapura

Rabu siang (30/7), suasana di kawasan Ruko Dok II tampak sepi. Di bawah rindangnya pepohonan yang berdiri kokoh di depan sebuah kedai kopi, dua bocah tampak asyik bermain. Mereka duduk di atas sebuah sepeda motor yang terparkir. Bukan milik mereka. Bukan pula milik orang tua mereka.

Tapi di sanalah mereka bermain. Pura-pura jadi pengendara motor, seolah sedang menikmati hidup yang belum sempat mereka cicipi. Dua bocah itu bernama Danang dan Nikson. Masing-masing berusia 10 dan 12 tahun.

Dari kejauhan, keduanya tampak seperti anak-anak pada umumnya riang, penuh imajinasi. Tapi dari dekat, luka-luka kecil di tubuh mereka mulai terlihat. Bekas luka bakar di kaki dan leher. Rambut yang kemerahan karena terlalu sering terpapar matahari. Pakaian lusuh dan koyak. Dan tentu saja, kaki mereka telanjang tanpa alas.

Danang membawa sebuah noken kecil berwarna biru, tampak lusuh dan bolong di beberapa sisi. Tapi bukan tas berat yang ia pikul, melainkan beban hidup yang melebihi usianya. Danang dan Nikson bukan dilahirkan untuk hidup di jalanan. Mereka berasal dari lingkungan pemukiman padat penduduk di APO. Namun, kondisi ekonomi keluarga yang rapuh menuntun mereka ke jalanan lebih cepat dari yang seharusnya.

Danang mulai hidup keluyuran setelah ayahnya meninggal. Ibunya harus pergi ke Sentani untuk bekerja. Ia tinggal dengan kakaknya yang masih remaja dan tak memiliki penghasilan tetap.

Kondisi ekonomi yang serba terbatas membuat Danang putus sekolah pada tahun 2024, saat ia duduk di kelas 4 SD. “Saya putus sekolah karena tidak ada uang,” katanya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Lantai Jembatan Banyak Lubang, Terkesan Kumuh dengan Coretan dan Sampah

Setelah liburan panjang dan penerimaan murid baru, aktifitas anak-anak sekolah kembali ramai.  Arus lalu lintas…

19 hours ago

Wali Kota Ajak Perangi Segala Bentuk Perjudian

   Menurut Abisai, perjudian bukan sekadar aktivitas yang melanggar hukum, tetapi juga menjadi salah satu…

1 day ago

Tabrak Truk Semen, Pengendara Motor Tewas di Ring Road

Korban diketahui bernama Jhon S. Wanimbo (26), warga Jalan Buper Waena, Distrik Heram. Korban menghembuskan…

1 day ago

Komnas HAM Diminta Selidiki Kasus Tiga Warga Sipil

Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…

2 days ago

Pemkot Siap Tegakkan Perda yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…

2 days ago

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

2 days ago