Categories: FEATURES

Miliki Lima Program Studi, Namun Belum Miliki Gedung Sendiri

Melihat Lebih Dekat Perkembangan ISBI Tanah Papua

Kehadiran Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) di Tanah Papua, memang memberikan warna dan pilihan bagi masyarakat untuk menempuh studi di lingkungan pendidikan tinggi. Setelah 10 tahun berdiri, lantas seperti apa kondisi dan kontribusi dari hadirnya ISBI ini?

Laporan: Karolus Daot-Jayapura.

Sejak tahun 2014 silam, Institut Seni Budaya Indonesia atau ISBI ini  resmi melebarkan sayap ke Indoensia bagian timur, tepatnya di Kota Jayapura, Provinsi  Papua. Meskipun secara usia boleh dikatakan masih muda, namun berbekal tekad, mereka terus berbenah diri dalam rangka meningkatkan kualitas mutu pendidikan.

  Dimana sejak tahun 2014 hingga 2024, Lembaga yang bernaung dibawa Kemendikbudristek itu telah menghasilkan lulusan sebanyak 82 orang mahasiswa. Sementara jumlah keseluruhan, terhitung sejak tahun tiga tahun belakangan ini, yakni 2021-2024 jumlah mahasiswa sudah mencapai 243 orang.

  Selain perkembangan mahasiswa, Kampus yang terletak di Kelurahan Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura itu telah berakreditask baik. Untuk 5 Program Studi (Prodi), meliputi Prodi Seni Tari, Prodi Seni Musik, Prodi Seni Rupa Murni, Prodi Kriya Seni, dan Prodi Desain Komunikasi Visual.

   Rektor ISBI Papua, I. Dewa Ketut Wicaksana, mengatakan arah dan tujuan berdirinya ISBI tanah Papua untuk mewujudkan misi, yakni menyelenggarakan pendidikan tinggi dengan mengembangkan potensi dan pluralitas seni dan budaya lokal untuk membangun jati diri masyarakat agar memiliki daya saing global.

   Karena itu, ISBI juga melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat guna mendukung pendidikan dan pengembangan seni dan budaya, mengembangkan kerjasama antar lembaga secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan Motto ISBI Tanah Papua yaitu Seni Budayaku Kehidupanku.

   Makna dari visi, misi, dan motto ini menunjukkan bahwa ISBI hadir untuk menghasilkan sarjana di bidang seni dan budaya yang memiliki kompetensi. Sehingga mampu menciptakan dan mempresentasikan beragam gagasan ke dalam berbagai bentuk karya seni dan mempertanggungjawabkan secara akademik, moral, dan etik,” katanya Selasa (29/10) lalu.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Waspada Sindikat Jual Beli Bayi

Direktur Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol Nurul Azizah mengungkapkan bahwa harga bayi yang…

36 minutes ago

9 Peristiwa Besar Bersejarah yang Terjadi di Bulan Ramadan

Ramadan bukan hanya bulan ibadah dan ampunan, tetapi juga saksi berbagai peristiwa besar yang mengubah…

2 hours ago

THR PNS Mulai Disalurkan

Meski begitu, penyaluran ini membutuhkan persetujuan Presiden Prabowo Subianto melalui peraturan pemerintah (PP). Namun, hingga…

3 hours ago

Bukan THR Tapi BHR yang Diperoleh Ojol

Nantinya, terbit Surat Edaran (SE) yang menjadi dasar pemberian BHR bagi ojol. Kepastian peluncuran SE…

4 hours ago

Sejumlah Aktivis dari 150 Negara Akan Berlayar ke Gaza

"Freedom and Resilience Flotilla" menyusul misi fllotilla bantuan kemanusiaan sebelumnya yang pada Oktober 2025 dicegat…

5 hours ago

Tarif dari Rp 100 Ribu hingga Rp 5 Juta Namun Masih Diburu

Strategi itu bukan tanpa alasan. Menjelang Lebaran, bahan isian parsel seperti makanan kemasan, perlengkapan ibadah,…

7 hours ago