Categories: FEATURES

Kreatif Daur Ulang Sampah, hingga Hasilkan Uang dari Latihan Wirausaha

   Tak kalah unik, di stand milik siswa SMAN 4 Jayapura, tampak seragam mengenakan busana Adat dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Tanpak anggun, cantik dan sederhana pelajar SMAN 4 Jayapura tersebut menyambut tamu pengunjung dengan ramah, senyum, dan ceriah, seakan mengajak pengunjung  untuk membeli pamerannya.

  Salsabila (16), Pelajar SMAN 4 Jayapura menyampaikan bahwa ini merupakan pameran tentang profil pelajar Pancasila hasil karya dari anak-anak dari SMAN 4 Jayapura. “Disini ada pameran ini lukisan kemudian juga ada ember-ember, Noken juga ada dan ada juga tempat tisu,” jelas Salsabila kepada Cenderawasih Pos, Kamis (2/5)

   Ia juga sampaikan terkait Noken, mahkota dan juga yang lainnya merupakan hasil pembinaan dari guru-guru di SMAN 4 Jayapura, Salsabila mengaku bahwa Ia dan teman-teman sekolahnya masih agak sulit untuk membuat Noken, maka kata Salsabila, perlunya bimbingan dari guru yang mahir bidang tersebut.

  “Jujur kalau buat noken masih agak susah buat kami, jadi itu dibina dari guru-guru yang ada di SMAN 4 Jayapura, dan ini merupakan hasil dari mereka sudah buat,” ungkapnya.

  Dari stand SMP Hikmah Yapis Jayapura, dimana tanpak dua orang Siswa kelas II SMP mengenakan busana hasil daur ulang plastik bekas. Ningsih (15) dan Naila (15), dua pelajar SMP Hikma Yapis ini sedang berjalan dengan mengenakan busana yang terbuat dari hasil daur ulang sampah plastik, tanpak cantik dan rapi, Ningsih yang mengenakan busana berwarna Hitam-merah yang layaknya seorang putri dengan menggunakan tongkat berwarna kuning emas bercampur putih terbuat dari sendok bekas yang membuat dirinya terkesan seorang putri,

   Sementara itu, hal yang sedikit berbeda dengan Naila yang mengenakan busana berwarna putih bercampur kuning emas dan mengenakan sayap kemudian di tambah dengan mahkota putih layaknya bidadari.

  “Ini kita daur ulang, dari plastik, sendok bekas,  karton, dan juga tali bekas yang ada di rumah,” kata Ningsih kepada Cenderawasih Pos, Kamis (2/5)

   Untuk persiapan, Ningsih mengatakan butuh waktu satu Minggu untuk menghasilkan satu kostum. “Kebetulan kita kerjanya satu kelompok, satu kelompok 10 orang, kebetulan ini merupakan tugas P5” ungkapnya. (*/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Bupati Jayawijaya: CASN Jangan Buru-buru Ajukan Kredit Setelah Terima SK

Bupati menegaskan jika, mereka baru juga diangkat CASN masih ada langkah selanjutnya yang harus diikuti…

2 days ago

Pelaku Penembakan di Muliama Diminta Serahkan Diri

Danrem 172/ PWY Brigjen TNI. Robby Suryadi untuk upaya pengejaran tentunya ada upaya yang dilakukan…

2 days ago

Kabut Asap Mulai Berkurang di Wamena, Penerbangan Kembali Normal

​Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan sejak beberapa hari terakhir, keberadaan kabut asap tebal akibat…

2 days ago

Ayah dan Anak yang Dilaporkan Tersesat di Hutan Ditemukan Selamat

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Merauke Rudi, mengatakan, kedua survivor ditemukan setelah Tim…

2 days ago

DKP Sinode KINGMI Dukung Penyelesaian Damai Sengketa Tapal Batas Kapiraya

Departemen Keadilan dan Perdamaian (DKP) Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua menyatakan dukungan…

2 days ago

Pemprov Papua Selatan Kebut Pekerjaan Pembangunan Jalan

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, sejumlah ruas jalan saat ini tengah dikerjakan untuk membuka…

2 days ago