

Sekda Mamberamo Tengah, Mesir Jikwa, S.AP. saat berdialog dengan warga di Kabupaten Mamberamo Tengah beberapa waktu yang lalu. (foto:Humas Pemkab Mamberamo Tengah)
Panjang Lebar dengan Mesir Jikwa, S.AP., Sekda Mamberamo Tengah yang Akan Memasuki Masa Pensiun
Mesir Jikwa, S.AP., yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mamberamo Tengah akan memasuki masa purna tugas atau pensiun Agustus 2024. Bagaimana perjalanan karir Mesir Jikwa yang merupakan putra asli Mamberamo Tengah dari Distrik Kelila. Berikut laporannya.
Laporan: Yonathan, Jayapura
MESIR Jikwa mengawali perjalanan karirnya sebagai seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 1986. Setelah mengikuti seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kabupaten Jayawijaya Provinsi Irian Jaya (sekarang Papua Pegunungan, Red) yang diikuti sekira 500-an peserta, Mesir Jikwa dinyatakan lolos sebagai CPNS.
Saat itu menurut Mesir Jikw3a ada 87 orang dinyatakan lulus termasuk dirinya dan langsung disebar atau ditempatkan di 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Jayawijaya saat itu.
Saat penempatan pegawai, Mesir Jikwa awalnya meminta untuk ditempatkan di Kecamatan Okbibap. “Awalnya saya minta ditempatkan di Okbibab, tetapi Camat Bokondini saat itu, menarik saya untuk ditemnpatkan di Kecamatan Bokondini.
Dengan berbekal SK dari Bupati Jayawijaya, Jos Buce Wenas, Mesir Jikwa langsung berangkat ke Kecamatan Bokondini menjalankan tugas bukan sebagai staf di kantor Kecamatan Bokondini. Tetapi sebagai Kaur Administrasi.
“Saat itu saya ditugaskan di Kecamatan Bokondini dan saya ditempat langsung bukan sebagai staf tetapi sebagai Kaur Administrasi. Pada saat itu, kami diangkat di Kabupaten Jayawijaya merupakan pengangkatan formasi pertama dan saat itu Bupati Jayawijaya adalah JB Wenas,” kenang Mesir Jikwa.
Sebagai seorang Kaur Administrasi di kantor kecamatan, Mesir Jikwa mengatakan, dirinya memberikan pelayanan surat-surat termasuk pelayanan KTP. Semua tugas administrasi yang dibebankan kepadanya, dapat ia laksanakan dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab.
Dengan melihat kinerjanya yang sangat baik dan saat itu posisi atau jabatan Kaur Pemerintahan di kantor Kercamatan Bokondini kosong, Mesir Jikwa diminta untuk menghandel tugas dan urusan Kaur Permerintahan.
“Dari pimpinan saya saat itu meminta untuk menghandel tugas sebagai Kaur Pemerintahan. Jadi saat itu saya merangkap tugas sebagai Kaur Administrasi dan Kaur Pemerintahan. Tugas ini saya laksanakan sampai ada kunjungan Turdes atau Turuun Desa yang dilakukan Gubernur Irian Jaya pada waktu iotu, bapak Barnabas Suebu,” bebernya.
Pada saat kunjungan Gubernur Irian Jaya, Barnabas Suebu ke Bokondini kala itu, sempat terjad sedikiti gesekan antara Mesir Jikwa dengan pimpinannya Camat Bokondini. Akibat gesekan tersebut, Mesir Jikwa mengaku dilaporkan oleh pimpinannya Camat Bokondini ke Bupati JB Wenas.
“Setelah itu, saya dipindahkan dari Kecamatan Bokondini ke Kobakma. Saat itu Kobakma masih merupakan sebuah desa. Saya kemudian dipanggil kepala distrik yang kemudian menyampaikan bahwa saya dipindahkan ke Kobakma dan langsung diberikan surat tugas,” jelasnya.
Page: 1 2
Ia menjelaskan, sebelum pemekaran, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Papua induk mencapai sekitar…
Aiptu Yunus Maturutty menjelaskan, awalnya pelaku diduga melakukan persetubuhan atau rudakpaksa terhadap korban sesuai laporan…
Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey mengatakan, kasus terbaru terjadi pada 16 Desember 2025.…
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan belum mendapatkan data terakhir sudah berapa sekolah yang telah…
Ardhiana mengatakan, keempat ekor burung tersebut diangkut secara ilegal dan tidak diketahui identitas pemiliknya. Ia…
Pengelola APMS Putra Baliem Mandiri Magi Pasaribu menegaskan putusan hukum tertinggi itu bersifat final dan…