Categories: FEATURES

Tak Ada Budidaya, Populasi Udang Selingkuh Semakin Berkurang

Mengenal Udang Selingkuh Yang menjadi Spesies endemis di Wilayah Papua Pegunungan

Udang Selingkuh adalah salah satu Spesies endemis Papua Pegunungan yang hidup di sungai Baliem dan menjadi salah satu menu makanan yang paling dicari para wisatawan saat berkunjung ke Wamena, namun saat ini udang ini sudah mulai berkurang di jumlahnya Berikut laporannya.

Laporan Denny Tonjauw- Wamena

Udang Selingkuh Wamena adalah lobster air tawar endemis Papua yang secara ilmiah termasuk dalam Cherax Destructor. Spesies yang paling umum ditemukan di Sungai Baliem dan wilayah Provinsi Papua Pegunungan, hewan ini hidup di suhu yang dingin antara 14 hingga 18 °C sehingga aliran air sungai Baliem yang dingin menjadi habitat utamanya.

Bentuk lobster ini sangat unik, terlihat sepintas badannya seperti udang bercapit besar seukuran capit kepiting, lobster air tawar ini juga memiliki fisik yang cukup kuat sebab meskipun dimasukan dalam frezer kulkas hingga membeku.

Udang Selingkuh Wamena adalah lobster air tawar endemis Papua

Namun pada saat dicairkan hewan ini tetap masih hidup. Bahkan bisa berenang kembali hal ini menjadikan udang selingkuh salah satu kuliner yang sering dicari oleh para wisatawan asing maupun lokal yang berkunjung ke Wamena.

Namun sayangnya saat ini udang tersebut sudah mulai berkurang di pasaran Wamena sebab saat ini masyarakat mulai kesulitan mencarinya sebab tak ada warga yang berhasil untuk membudidayakan udang tersebut dan hanya memanfaatkan pencarian di habitat aslinya saja.

Pencarian udang selingkuh ini tidak semudah memancing ikan, namun memiliki cara khusus untuk mendapatkannya untuk cara tradisional yang sejak dulu digukan yaitu dengan memancing menggunakan seutas kawat sementara untuk cara modern menebarkan jalah.

Di samping itu, arus Sungai Baliem yang deras juga menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang sering mencari udang selingkuh, sebab apabila sedikit saja salah melangkah untuk menebarkan jala bisa terseret arus bahkan nyawa menjadi taruhannya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Masyarakatnya Ramah, Minta Warisan Leluhur Seni dan Budaya Tetap Dijaga

Para turis atau Wisatawan Mancanegara ada dari negara Inggris, Argentina, Amerika Serikat, Australia dan berbagai…

28 minutes ago

147 Ribu Pengunjung dan Rp1.2 Miliar Berputar di Khalkote

Festival Danau Sentani (FDS) XV 2026 meninggalkan catatan menarik. Selama rangkaian festival berlangsung, kawasan Pantai…

1 hour ago

Kapolres Mimika Temui Kelompok yang Bertikai di Kwamki Narama

Langkah jemput bola ini dilakukan guna memediasi sekaligus mendorong kedua belah pihak menghentikan pertikaian secara…

2 hours ago

Pemkab Lanny Jaya Siapkan 3 Posko Bantuan Permanen

Pemkab Lanny Jaya juga mengambil langkah berbeda dalam penyediaan tempat penampungan bantuan untuk warganya di…

3 hours ago

FDS XV Bukan Hanya Sekadar Festival Budaya

Festival Danau Sentani (FDS) XV tidak hanya menjadi panggung seni dan budaya, tetapi juga membuka…

4 hours ago

Dua Kelompok Warga di Pintu Air Merauke Saling Serang Berdamai

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga mengatakan, insiden tersebut bermula dari ulah seorang oknum warga setempat…

5 hours ago