

Pelayanan yang terlihat di Resepsionis Horison Kotaraja, Kamis (22/6) kemarin. (FOTO: Yohana/Cepos)
JAYAPURA – Dampak Daerah Otonomi Baru (DOB) membuat bisnis perhotelan juga terkena himbasnya. Tidak bisa dipungkiri selain penurunan okupansi, saat ini juga terjadi perang harga.
Seperti yang diungkapkan, General Manager Horison Kotaraja, Ceprianda Lesmana bahwa dampak DOB memang cukup terasa untuk bisnis perhotelan, yang biasanya kegiatan berpusat di Jayapura, semenjak ada pemekaran provinsi baru, kegiatan-kegiatan pemerintahan mulai berkurang.
“Tidak hanya itu, dengan berkurangnya kegiatan pemerintah secara otomatis berdampak juga pada penurunan okupansi baik kamar maupun penggunaan ruang meeting, ” katanya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (22/6) kemarin.
Lanjutnya, dari dampak tersebut sampai dengan saat ini tingkat okupansi Horison Kotaraja baru mencapai 50 persen. Jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pada kuartal kedua tingkat okupansi bisa mencapai 70-80 persen bahkan lebih.
“Kami sangat berharap agar ke depan pemerintah jangan sampai mengurangi aktivitasnya dalam hal pengunaan ruang meeting maupun kegiatan lainnya di hotel, karena dengan demikian itu dapat membantu kami pelaku bisnis perhotelan tetap berjalan, karena di Papua khususnya Jayapura sangat bergantung pada kegiatan-kegiatan pemerintah, ” terangnya. (ana/ary]
Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…
Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…
Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…
Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…
Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…
Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…