

SENTANI- Pasca banjir bandang di Kabupaten Jayapura, Sabtu (16/3), aktivitas jual beli di Pasar Pharaa Sentani, Selasa (19/3) kemarin masih sepi.
Martha penjual sayuran di Pasar Pharaa Sentani mengatakan, banyak pedagang yang beraktivitas di Pasar Baru Sentani menjadi kurban dalam peristiwa banjir bandang yang terjadi Sabtu (16/3) lalu.
“Ya memang sekarang sepi. Terkadang kami bawa pulang barang jualan karena tidak ada pembeli,” kata Martha kepada Cenderawasih Pos, Selasa, (19/3).
Pantauan Cenderawasih Pos, Los F yang biasanya paling ramai, terlihat sangat sepi. Tidak seperti biasanya hanya terdapat beberapa pedagang yang masih bertahan berjualan.
Kondisi serupa juga terjadi di bangunan lain pasar ini, di mana jumlah pedagang sangat berkurang bahkan di bagian los A pasar ini sama sekali tidak ada aktivitas jual beli. “Setelah kejadian banjir, kondisi pasar sepi,”ujarnya.
Apalagi pasca banjir bandang sejumlah fasilitas dan bangunan yang ada di Pasar Pharaa juga terendam.. Baik bangunan maupun jalan keluar masuk pasar juga masih tergenang lumpur yang cukup dalam. Hal ini juga yang memicu minimnya pengunjung dan aktivitas masyarakat di pasar tersebut.
“Mungkin kalau bisa lumpur-lumpur dalam areal pasar ini bisa dibersihkan agar masyarakat bisa kembali berjualan di sini. Kalau ini dibiarkan kami tidak ada pemasukan sama sekali,” tandasnya.(roy/ary)
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan fiskal daerah, mengingat beban belanja…
Kabar terkait keberadaan ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus yang ditemukan di Danau Sentani sempat membuat…
Ia merinci, kebutuhan tenaga ATLM di masing-masing wilayah cukup tinggi. Papua Pegunungan menjadi daerah dengan…
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…
Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…