Categories: EKONOMI BISNIS

PLN Resmikan Tempat Pengolahan Bio Gas dan Bio Slurry di Muara Tami

JAYAPURA- Sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan, PLN melalui PLN Peduli meresmikan Tempat Pengolahan Bio Gas dan Bio Slurry di Distrik Muara Tami, Jayapura. 

 Pembangunan tempat pengolahan dan peralatan produksi senilai Rp 250 juta ini merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN bekerja sama dengan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) “Cinta Makmur”.

 Peresmian dihadiri Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Jayapura, Salmon Kareth dan Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru beserta jajarannya, Koordinator BKM “Cinta Makmur”, Andi Lambang dan Koordinator  Kota Program Kotaku Alfons Saning.

 Pembangunan tempat pengolahan Bio Gas dan Bio Slurry ini dilakukan selama tiga bulan setelah disalurkannya bantuan pada bulan April.

 Koordinator Kota Program Kotaku Alfons Saning mengatakan,  Kotaku menginisiasi terjalinya kolaborasi antar PT.PLN Persero dengan BKM Cinta Makmur Koya Barat dlm pengelolaan limbah ternak menjadi bio gas dan bio slury dengan harapan BKM lebih mandiri dalam memberdayakan masyarakat karena BKM sebagai motor penggerak perubahan.

 Sementara itu, Koordinator BKM “Cinta Makmur”, Andi Lambang, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu, khususnya PLN sehingga bio gas dan bio slurry dapat diproduksi lebih banyak. “Terima kasih kepada PLN atas bantuan yang diberikan. Dengan memaksimalkan limbah yang ada, tempat pengolahan ini diharapkan dapat  membantu meningkatkan pendapatan para peternak sapi di Distrik Muara Tami,” ujarnya. Rabu (18/8)kemarin.

  Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru mengapresiasi kepedulian PLN karena telah banyak membantu masyarakat Jayapura dari berbagai sisi, mulai dari konservasi penyu Skouw Yambe hingga penyediaan mobil MCK keliling. Saat ini dukungan lain PLN pun hadir ketika melihat adanya potensi untuk memaksimalkan limbah. 

 “Berawal dari pengelolaan skala kecil, hal ini harus terus ditekuni dan diurus dengan baik agar dapat menambah keuntungan bagi para peternak. Perencanaan harus dipikirkan secara matang mulai dari produksi, pengemasan, serta pemasaran penjualan sehingga dapat memiliki daya jual yang tinggi. Saya berharap peningkatan produksi dan kualitas dapat terus terjadi setiap bulannya,” ujar Rustan. 

  Disisi lain, Manager PLN UP3 Jayapura, Salmon Kareth menjelaskan bahwa selain melayani pelanggan dalam mencukupi kebutuhan listrik, PLN ingin ikut andil dalam memaksimalkan potensi pemanfaatan limbah yang memiliki nilai ekonomi bagi para peternak. “Kami berharap dengan tersedianya tempat pengolahan limbah yang memadai, masyarakat dapat menjaga serta merawatnya dengan baik. Dengan begitu lingkungan dapat lebih terjaga dan menambah potensi pendapatan untuk peternak,” ujar Salmon.(dil/ary)

newsportal

Recent Posts

Tiga Ruangan Baru di RSUD Wamena Diresmikan

Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…

9 hours ago

Dinkes Lanny Jaya Turun Kirimkan Tim Ke 3 Distrik Yang Terdampak Hujan Es

Kepala Dinas Kesehatan Lanny Jaya, Niel Yigibalom, SKM., M.Si., menyampaikan kondisi tersebut dalam rapat bersama…

10 hours ago

Pemprov Papua Pegunungan Minta Bantuan Pusat

Wakil Gubernur Papua Pegununugan Dr. Ones Pahabol, SE, MM menyatakan tak bisa dipungkiri lagi jika…

11 hours ago

Bupati Keerom Lantik Ketua Baru Kwarcab Pramuka  Keerom

Momen ini menjadi tonggak penting bagi kebangkitan Pramuka di Kabupaten Keerom setelah sempat vakum selama…

17 hours ago

Polres Jayapura Amankan 79 Botol Boplas di Doyo Lama

Penertiban dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas penjualan Boplas yang dinilai meresahkan.…

18 hours ago

Kantor DPR Papua Digeledah Kejaksaan

Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…

1 day ago