Categories: EKONOMI BISNIS

Stok Beras Aman untuk 3 Bulan ke Depan

*Untuk Stok Gula Capai 1.139 Ton  

JAYAPURA –Ketersediaan stok beras di Bulog Divre Papua dan Papua Barat dipastikan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat selama  3 bulan ke depan. Bahkan untuk stok gula juga aman.

Akhmad Kholisun ( FOTO: Yohana/Cepos)

 Kadivre Bulog Papua dan Papua Barat, Akhmad Kholisun  menjelaskan,  sampai dengan saat ini stok beras yang tersedia di Gudang Bulog sebanyak 31.000 ton. Kalau rata-rata penyaluran 10.000 ton setiap bulan, maka stok yang dimiliki saat ini tersedia untuk 3 bulan ke depan.

“Stok ini akan terus bertambah,  karena saat ini kami sedang memproses penyerapan pengadaan beras khususnya di daerah Merauke, Manokwari dan Nabire.  Rata-rata pemasukan saat ini antara 250-350 ton per hari. Di samping itu kita juga terus cermati posisi stok kita. Apabila ketersediaan kurang dari 3 bulan, maka kami akan melihat trend pemasukan jika masih kurang kami akan meminta penambahan dari wilayah lain masuk ke Papua dan Papua Barat,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (15/7) kemarin.

 Lanjutnya, untuk saat ini ketersediaan beras dapat dipastikan aman sampai 3 bulan ke depan dan akan segera bertambah.

 Menurutnya, selama masa pandemi Covid-19 ini mengalami peningkatan penyaluran, khususnya pengeluaran melalui operasi pasar.

 “Ada peningkatan tapi belum siginifikan peningkatannya sekitar 15-20 persen dari tingkat konsumsi rata-rata setiap bulan. Sedangkan untuk ketersediaan gula pasir sendiri sampai dengan saat ini stok yang kami miliki sebanyak 776 ton, sedangkan stok yang mau masuk saat ini sebanyak 363 ton, sehingga total stok gula kita saat ini mencapai 1.139 ton,” terangnya.

 Diakuinya, stok gula ini merupakan gula impor dari India yang dikirim masuk ke Indonesia. Hal ini dilakukan mengingat stok bahan baku gula di Indonesia yang sempat mengalami kekosongan. Namun saat ini bisa dipastikan bahwa stok gula sudah sangat tersedia.

 “Adanya stok gula saat ini membuat harga gula juga mulai mengalami penyesuaian. Dari  sebelumnya Rp 19 ribuan/kg, sekarang bisa diturunkan menjadi Rp 15 ribu atau bahkan sesuai dengan HET yang berlaku di lapangan yaitu Rp 12.500/kg, kami juga selalu melakukan operasi pasar untuk mengecek harga sekaligus stok yang ada dipasaran,” terangnya.(ana/ary)

newsportal

Recent Posts

Ketergantungan Pasokan Luar Picu Gejolak Harga Pangan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua menilai tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah…

24 hours ago

Aset Kendaraan Dinas Pemprov Papua Masih Bermasalah

–Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah…

1 day ago

Polisi Diminta Tindak Tegas Pungli di Ruas Jalan Wisata Skori–Puay

Menurut Yunus, praktik penagihan uang kepada setiap pengunjung yang melintas di kawasan tersebut tidak dapat…

1 day ago

“Bagi Orang Papua, Menjaga Sagu Sama Dengan Menjaga Kehidupan”

   Festival yang berlangsung di halaman Kantor DPR Papua dan Kampus Universitas Cenderawasih itu bukan…

1 day ago

Program Jemput Bola Dukcapil Capai Hasil Positif

Program jemput bola yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura terus menunjukkan…

1 day ago

Bukan Masalah Stok, Tapi Praktik Kecurangan yang Dibiarkan Masif

   Menurutnya, mata rantai penyalahgunaan Solar subsidi harus segera diputus karena dampaknya sudah sangat merugikan…

1 day ago