

Pedagang sayur dan bumbu dapur di Pasar Baru Youtefa Kotaraja saat memgatur barang jualannya, Rabu (7/3). (foto: CR-267 CENDRAWASIH POS)
JAYAPURA-Sayur mayur di Pasar Tradisional Youtefa Abepura naik hampir dua kali lipat dari harga normal sebelumnya. Naiknya harga sayur di Pasar Yotefa Abepura ini naik diakibatkan hujan deras di daerah Arso Kabupaten Keerom sehingga stok sayur menipis.
Menurut keterangan Ibu Agustina pemilik kios di Pasar Youtefa Abepura, Rabu (9/3). Kenaikan harga seperti ini biasanya terjadi jelang hari Raya Natal dan Lebaran. Namun kali ini dipengaruhi faktor hujan deras yang menyebabkan semua pemasok sayur dari Arso tidak berjualan karena ladang mereka kebanjiran.
Harga sayur-sayuran biasanya cuma Rp 6.000 perikat, tapi kali ini naik menjadi Rp 10.000. Tapi walaupun pemasok sayur dari Arso tidak datang. Ibu Agustina tetap berjualan sayur yang diperoleh dari pemasok yang berkebun di jalan baru Abepura.
“Hari ini harga sayur memang mahal karena pasokan sayur dari Arso tidak datang, tapi kami masih jualan. Sayur ini kami dapat dari pelanggan di jalan baru Abepura sama dari Koya, yantg memang kami sudah langganan,”Katanya.
Senada juga disampaikan oleh pedagang sayur keliling yang biasa berjualan di Kompleks Entrop SMA 4. Parmin mengeluh soal harga sayur yang melambung tinggi dari sebelumnya.
Dia menerangkan bahwa mahalnya harga sayur ini karena kurangnya pasokan sayur di Pasar Baru Youtefa Abepura, sehingga pedagang pasar terpaksa menjual sayur dua kali lipat dari harga sebelumnya.
Diapun harus menerima komplain dari pelanggan karena pelanggan merasa penjuallah yang sengaja menaikan harga sayur hanya ingin meraup keuntungan besar. Padahal kenaikan terjadi memang karena pasokan dari petani berkurang.
“Saya di komplain sama ibu ibu mas, karena harga sayur hari ini mahal. Pelanggan pikir saya sengaja jual mahal biar dapat untung besar padahal ini karena harga sayur di Pasar Youtefa mahal. Karena pasokanya yang dari Arso tidak datang karena disana kemarin hujan mengguyur kabupaten Arso menyebabkan ladang mereka kebanjiran”, imbuhnya.(CR -267/dil/gin).
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong percepatan pelaksanaan sensus orang asli Papua (OAP)…
Vonis yang dijatuhkan Hakim Tunggal Bakti Maulana tersebut lebih berat dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut…
Kasus pembunuhan terhadap pendulang emas di tanah Papua kembali terjadi dan dinilai sebagai peristiwa berulang…
Kementrian dalam negeri menugaskan pemprov Papua Pegunungan dan Pemkab Jayawijaya untuk segera untuk menyiapkan langkah…
Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota memusnahkan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, rencana persiapan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam rangka panen…