Categories: EKONOMI BISNIS

Pasca Banjir, Permintaan Bahan Bangunan Mulai Meningkat

Karyawati Multi Bangunan saat menunjukkan koleksi bahan bangunan yang disediakannya, Sabtu (6/4) kemarin.( foto : Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Menyikapi banyaknya permintaan konsumen akan kebutuhan bahan bangunan. Multi Bangunan mengakui harga kebutuhan bahan bangunan masih stabil, bahkan belum ada rencana kenaikan harga dari pusat, meski harga kontainer saat ini juga mengalami kenaikan.

  Store Manager Multi Bangunan Franchisko mengatakan, permintaan bahan  bangunan di Jayapura mulai meningkat pasca banjir bandang yang melanda Kabupaten Jayapura. Memang belum begitu maksimal meningkatnya, akan tetapi pembangunan dan renovasi perumahan masyarakat di Kabupaten Jayapura pastinya akan sangat berkontribusi dalam peningkatan penjualan kebutuhan bahan bangunan.

  “Ini bukan berarti kami mensyukuri atas musibah yang diderita oleh para masyarakat di Kabupaten Jayapura. Hanya saja kami ingin mengimformasikan bahwa kami siap melayani setiap permintaan masyarakat yang membutuhkan. Harga yang kami sediakan juga stabil dan tidak ada kenaikan sama sekali,”ungkap Chiko kepada Cenderawasih Pos, Sabtu(6/4) lalu.

 Lanjutnya, untuk saat ini pastinya yang akan sangat dibutuhkan konsumen adalah kebutuhan semen, tehel, cat tembok dan beberapa kebutuhan dasar untuk renovasi rumah dan rehap. Diakuinya untuk pembangunan rumah kembali sepertinya masih sulit apalagi dengan kondisi saat ini.

 “Harga yang kami sediakan untuk semen Rp 90 ribuan/sak, tehel Rp 40 ribu/karton, granit Rp 60 ribu- Rp 70 ribu/karton, cat tembok mulai dari Rp 90 ribu/kaleng, cat tembok Rp 25 ribu ke atas. Harga cat tergantung merek,” jelasnya.

 Sementara itu, Rido karyawan Toko Citra Bangunan Sentani  mengatakan, untuk kebutuhan bahan bangunan di Sentani belum begitu diminati, akan tetapi untuk sarana pendukung seperti seng, tenda, pipa air dan tangki air mulai banyak dicari konsumen.

“Pasca banjir kebutuhan tenda untuk para pengungsi dan juga masyarakat yang tinggal di seputaran Danau Sentani mulai banyak dicari. Untuk kebutuhan air bersih, juga banyak masyarakat yang mencari tangki-tangki air,” terangnya.

Diakuinya, kebutuhan bahan bangunan diperkitaran satu bulan kedepannya baru mulai banyak, karena saat ini kondisi masih belum stabil. Sampai aktivitas benar-benar kembali seperti semula, barulah masyarakat memiliki minat untuk membangun kembali rumahnya atau juga ada yang ingin merehap rumahnya.

“Harga bahan bangunan masih stabil, tidak ada kenaikan. Seperti semen Rp 90 ribuan, seng Rp 55 ribu/lembar, tenda/terpal Rp 250 ribu ke atas tergantung ukuran, tangki air minum Rp 400 ribuan keatas,” jelasnya. (ana/ary)

newsportal

Recent Posts

Hari Kedua Pencarian, 4 Nelayan Hilang Kontak di Perairan Atuka Belum Ditemukan

Menggunakan Rigid Bouyancy Boat (RBB) 600 PK, tim menyisir perairan Puriri sejauh 11 mil laut…

9 hours ago

PNG Semakin Perberat Hukuman bagi Nelayan Indonesia

Rekianus mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Port Moresby…

10 hours ago

Kasus Penipuan Loker di Mimika, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika menetapkan satu orang tersangka dalam kasus dugaan penipuan lowongan…

11 hours ago

BNN Mimika: Tembakau Sintetis Marak di Kalangan Pelajar

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika mencatat tren penyalahgunaan narkotika kini marak menyasar kalangan pelajar…

12 hours ago

Kemenkes Gandeng Pemprov Papeg, Buka Layanan Jantung Hingga Kanker

Kerja sama tersebut melibatkan Kementerian Kesehatan, 14 rumah sakit rujukan nasional, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan,…

13 hours ago

Polisi Selidiki Kebakaran Rumah di Kelurahan Kelapa Lima

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 00.30 WIT. Piket Satreskrim menerima laporan mengenai terbakarnya rumah milik…

14 hours ago