

Pedagang di Pasar Youtefa Kotaraja saat menunggu pembeli. Naiknya harga kedelai secara nasional sangat mempengaruhi harga di daerah termasuk di Jayapura. Termasuk tahu dan tempe yang dijual di pasar tradisional. ( foto: Priyadi/Cepos)
JAYAPURA- Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura Robert LN Awi, ST., MT., mengungkapkan, saat ini memang harga kedelai mengalami kenaikan. Naiknya harga kedelai secara nasional dipengaruhi harga di tingkat global yang naik.
“Harga kedelai saat ini memang naik secara nasional karena dipengaruhi harga di tingkat global juga naik, karena kita masih impor kedelai. Jadi jika ada kenaikkan harga kedelai mempengaruhi kenaikan harga juga di pasaran,’’ungkapnya kepada Cenderawasih Pos , Selasa (5/1)kemarin.
Sedangkan untuk menyikapi hasil olahan kedelai yang dibuat tahu, tempe untuk dijual ke masyarakat, para perajin tahu, tempe umumnya tidak menaikkan harga tapi mengurangi ukuran tahu dan tempe yang dijuanya.
Oleh sebab itu, masyarakat tidak perlu khawatir karena memang harga kedelai naik secara nasional. Jika sudah ada kestabilan harga tingkat nasional tentu juga berpengaruh ke daerah.
Robert mengimbau kepada perajin/ produsen tahu, tempe untuk tetap menyikapi naiknya harga kedelai dengan baik, jangan seenaknya karena Disperindagkop tetap melakukan pemantauan di lapangan. (dil/ary)
Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud) tahun 2023 menunjukkan, sebanyak 152.319 anak di…
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik…
Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., melontarkan peringatan keras kepada seluruh…
Rustan mengatakan, Pemkot Jayapura sebelumnya telah melaksanakan rapat koordinasi (rakor) PAD yang menghasilkan sejumlah…
Penjabat Sekda Papua, Christian Sohilait mengatakan, pengendalian inflasi dilakukan secara rutin setiap pekan. Berdasarkan…
Ketiga jabatan tersebut yakni Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Jayapura, Kepala…