Ada juga atraksi barongsai dan naga, yang menjadi ikon utama perayaan Imlek. Lomba menghias lampion untuk semua usia guna menambah semarak festival. Performance dari Kalam Kudus, yang akan memberikan hiburan spesial bagi para pengunjung.
Festival ini akan ditutup dengan malam puncak Cap Go Meh, yang dimeriahkan dengan pertunjukan kembang api spektakuler.
“Festival Imlek diharapkan menjadi ajang mempererat persaudaraan antara etnis di Jayapura, sekaligus membantu pertumbuhan UMKM lokal melalui sektor kuliner dan ekonomi kreatif,” ungkapnya.
Teddy bahkan ingin menjadikan festival ini sebagai bagian dari agenda resmi kota, bukan hanya sebagai perayaan komunitas Tionghoa, tetapi sebagai salah satu festival budaya tahunan Kota Jayapura.
“Dengan dukungan dari Pemda, festival ini bisa besar dan memberikan manfaat lebih luas bagi ekonomi lokal, pariwisata, dan keberagaman budaya di Jayapura,” pungkasnya. (dil/fia)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, melalui Staf Ahli Wali Kota, Sem Stenly Merauje,…
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…
Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…
Ketua Komisi V DPR Papua, Dina L. Rumbiak, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi…
Ketua Bapemperda DPR Kota Jayapura, Ismail Bepa Ladopurab, menilai materi sosialisasi Perda RTRW yang…
Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, menyambut baik dibukanya ruang sosialisasi perdana…