

Penjualan makanan fresh di Hypermart Jayapura, Kamis (3/11) kemarin. (FOTO: Yohana/Cepos)
JAYAPURA – Dampak dari belum mendapat izin dari pemerintah, terkait masuknya daging sapi dari luar Papua, Hypermart akui menyebabkan stok daging sapi yang dijualnya menipis.
Kepala Toko Hypermart Jayapura, Gatot menjelaskan, sampai dengan saat ini semenjak pemerintah membatasi pengiriman daging sapi dari luar masuk ke Jayapura, pihaknya kesulitan mendatangkan daging sapi.
“Stok daging di Hypermart menipis, penjualan daging lokal juga kosong, kami sampai saat ini hanya berjualan stok daging saja dan belum menambah stok daging dari luar Papua,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (3/11).
Diakuinya, dengan kondisi yang ada pastinya masyarakat juga tidak dapat membeli daging sapi di Hypermart. “Kami masih menunggu sampai pemerintah mengijinkan masuknya daging sapi dari luar ke Papua,” tambahnya.
Lanjutnya, semenjak ada larangan tersebut memang pihaknya tidak dapat mendatangkan daging sapi dari luar Papua. Larangan tersebut dibuat sejak ada penyakit mulut dan kuku (PMK).
“Untuk daging sapi lokal memang tidak ada, kami hanya menjualan stok daging yang ada dan saat ini sisah sedikit,” tambahnya. (ana/ary)
Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…
Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…
Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…