

Penjualan makanan fresh di Hypermart Jayapura, Kamis (3/11) kemarin. (FOTO: Yohana/Cepos)
JAYAPURA – Dampak dari belum mendapat izin dari pemerintah, terkait masuknya daging sapi dari luar Papua, Hypermart akui menyebabkan stok daging sapi yang dijualnya menipis.
Kepala Toko Hypermart Jayapura, Gatot menjelaskan, sampai dengan saat ini semenjak pemerintah membatasi pengiriman daging sapi dari luar masuk ke Jayapura, pihaknya kesulitan mendatangkan daging sapi.
“Stok daging di Hypermart menipis, penjualan daging lokal juga kosong, kami sampai saat ini hanya berjualan stok daging saja dan belum menambah stok daging dari luar Papua,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (3/11).
Diakuinya, dengan kondisi yang ada pastinya masyarakat juga tidak dapat membeli daging sapi di Hypermart. “Kami masih menunggu sampai pemerintah mengijinkan masuknya daging sapi dari luar ke Papua,” tambahnya.
Lanjutnya, semenjak ada larangan tersebut memang pihaknya tidak dapat mendatangkan daging sapi dari luar Papua. Larangan tersebut dibuat sejak ada penyakit mulut dan kuku (PMK).
“Untuk daging sapi lokal memang tidak ada, kami hanya menjualan stok daging yang ada dan saat ini sisah sedikit,” tambahnya. (ana/ary)
Salah satu poin yang disiapkan dalam rancangan instruksi kepala daerah adalah pembatasan jumlah pembelian BBM…
Kepala BGN Regional Papua Tengah Nalen Situmorang mengonfirmasi bahwa tiga SPPG yang berstatus suspen tersebut…
Aksi damai ini digelar bertepatan dengan hari kedelapan berjalannya operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Keheningan…
Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud) tahun 2023 menunjukkan, sebanyak 152.319 anak di…
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, mengatakan…
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, Irwanto F. Halitopo, mengatakan keberadaan kapal tersebut memiliki peluang untuk…