

Suasana konferensi pers terkait Festival Kopi Papua yang diselenggarakan oleh BI Papua, Selasa (1/8) kemarin. (FOTO:Yohana/Cepos)
JAYAPURA – Guna mengangkat komoditas unggulan di Papua yaitu Kopi, Bank Indonesia secara rutin setiap tahunnya mengadakan Festival Kopi Papua.
Asisten Direktur Tim Implementasi Kekda BI Papua, Remon Samora mengatakan, Festival Kopi Papua ini merupakan festival kopi ke-6 dan dirangkaikan dengn gebyar kemerdekaan RI.
“Ini merupakan kontribusi nyata terhadap pembangunan UMKM, khususnya komoditas unggulan. Dalam Festival Kopi ini kita akan tampilkan 37 UMKM unggulan di Papua yang terdiri dari 19 UMKM sektor kopi, 3 UMKM sektor kerajinan, 14 sektor makanan dan minumanminuman dan 1 UMKM sektor fashion, “ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (1/8) kemarin.
Lanjutnya, kegiatan ini akan dihadiri Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Plh. Gub Papua, Kepala Perwakilan BI Papua, pimpinan Instansi Vertikal, OPD dan Perbankan.
“Untuk Festival Kopi Papua tahun ini kami mengundang juri yang memiliki pengalaman tingkat nasional. Dengan kehadiran mereka yang sudah punya jaringan di tingkat nasional, harapannya teman-teman UMKM sudah memiliki gambaran terkait dengan kesiapan apa saja yang diperlukan untuk ekspor, ” tambahnya.
Menurutnya, dengan upaya tersebut BI sangat berharap Kopi Papua bisa mendunia, karena Kopi Papua memiliki potensi yang sangat luar biasa.
“Kami targetkan dengan festival kopi tahun ini, ada kenaikan 50 persen dari tahun lalu dimana total transaksi Rp 490 juta dan ini kami sangat optimistis karena kegiatan ini sifatnya lebih meriah dari tahun lalu, ” jelasnya.
Festival Kopi ini akan dilaksanakan pada 4-8 Agustus di eks terminal PTC Entrop. (ana/ary)
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…
Namun bagi jemaat GKI Pengharapan, persoalan itu jauh lebih dalam daripada sekadar soal tanah dan…