

Suasana penjualan bawang merah di Pasar Sentral Hamadi, Senin (1/5) kemarin. (Yohana/Cepos)
JAYAPURA – Stok bawang merah terbatas, dipengaruhi tingkat kunjungan kapal Pelni yang sedikit berkurang, yakni sebulan bisa 3 kali kunjungan dan membawa barangpun terbatas.
Haji Asan seorang distributor bawang di Pasar Sentral Hamadi menjelaskan bahwa sampai dengan saat ini memang stok bawang masuk tidak begitu banyak.
“Harga bawang juga alami kenaikan yang tadinya Rp 50 ribu/kg, naik menjadi Rp 60 ribu/kg, untuk harga eceran sementara harga borongan Rp 38 ribu/kg,”Katanya kepada Cenderawasih Pos, Senin (1/5) kemarin.
Diakuinya, sementara harga bawang putih Rp 32 ribu/kg sementara harga eceran Rp 40 ribu/kg sampai dengan saat ini pihaknya hanya melayani penjualan di Pasar Sentral Hamadi dan Pasar Youtefa.
“Biasanya kita melayani penjualan ke Wamena dan sebagainya tetapi sekarang kami tidak mengirim lagi keatas karena keterbatasan stok dan pembayaran tidak tepat waktu, ” tambahnya.
Sementara itu penjual bawang eceran di Youtefa, Amir mengatakan, sampai dengan saat ini harga bawang alami kenaikan.
“Kenaikan harga kisaran Rp 5 ribu/kg, dari harga Rp 50 ribu/kg naik menjadi Rp 55 ribu/kg, sementata bawang putih Rp 35 ribu naik menjadi Rp 40 ribu/kg, “Terangnya. (ana/gin)
Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…
IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…
Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…
Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…
Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…
Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…