Categories: BERITA UTAMA

Warga Marah, Minta Pelaku Segera Diungkap

‘’Sebagai orang tua, ayah dari anak terkasih yang diculik dan dibunuh secara sadis berharap agar pihak aparat keamanan segera menangkap pelaku. Siapapun orangnya harus di hukum seberat-beratnya,’’ pintanya.

Wakil Bupati Merauke Fauzun Nihayah mengaku prihatin atas peristiwa yang menimpa korban tersebut. ‘’Atas nama pemerintah daerah, tentu kami sangat prihatin atas peristiwa kebiadaban yang dialami korban,’’ katanya.

Wabup Fauzun Nihayah mengatakan sepakat dengan sejumlah tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut yang menilai Miras merupakan salah satu pemicu berbagai persoalan di Merauke.

‘’Sampai kapan korban kecelakaan, kematian yang disebabkan oleh Miras. Untuk persoalan Miras ini, saya berdiri disini atas nama pribadi. Ada banyak persoalan yang terjadi. Tapi yang paling keji adalah sesosok yang tidak punya salah tapi dibunuh secara biadab,’’ katanya.

Dikatakan Wabup Fauzun Nihayah, setelah melayat ke rumah orang tua korban dan mendengar cerita dari ayah korban, hati kecil sungguh tersyarat. Sebagai seorang perempuan dan seorang pemimpin ternyata Merauke belum ramah terhadap anak-anak.

‘’Ini bukan hanya tugas kami, tapi menjadi tugas bersama. Bagaimana menjadi diri kita yang baik dan peduli terhadap lingkungan. Ini harus kita lakukan,’’ jelasnya.

Selain itu, tugas bersama adalah bagaimana bisa memonitor lingkungan. Jika dirasa tidak nyaman, maka dapat dilaporkan ke pihak yang berwajib. Wabup juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Merauke yang memiliki tanah-tanah di kawasan permukiman yang sudah ditumbuhi rumput yang tinggi untuk segera dibersihkan. Karena menurutnya, titik-titik seperti itu digunakan untuk melakukan kejahatan seperti korban yang ditemukan di area kosong yang rumputnya sudah tinggi.

‘’Kita juga harus terus meningkatkan kewaspadaan terhadap apa yang akan terjadi di sekitar lingkungan kita. Waspada itu itu penting untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan,’’ pungkasnya.

Anggota DPD RI, Adib Fuad meminta kepada pihak aparat keamanan untuk segera mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan secara sadis tersebut. Iapun memberikan tenggang waktu selama 7 hari kepada pihak Kepolisian untuk segera mengungkap dan menangkap pelaku. Jika dalam 7 hari, pelaku belum berhasil ditangkap maka Adib Fuad berjanji akan kembali ke tempat tersebut.

Sementara itu, suasana mencekam sempat mewarnai sejumlah ruas jalan di Merauke pada Selasa malam (28/10). Ribuan warga tumpah ruah ke jalan setelah beredar kabar di media sosial bahwa terduga pelaku pembunuhan anak di bawah umur, Julia, terlihat di sekitar Gang Haji Kasim dan Kompleks SD IT Merauke.

Dari pantauan di lapangan, sejak pukul 18.45 WIT hingga 22.30 WIT, warga tampak menyisir jalan dan area semak-semak di sekitar lokasi untuk mencari sosok yang dicurigai. Namun hingga larut malam, pencarian belum membuahkan hasil. Salah satu warga yang ikut dalam pengejaran mengaku sempat melihat sosok dengan ciri-ciri yang mirip pelaku pembunuhan sadis yang menewaskan Julia.

“Benar, tadi sempat muncul di sekitar jalan ini. Ciri-cirinya sama dengan yang diduga pelaku pembunuhan anak kecil kemarin,” ujar warga tersebut sambil berlari mengikuti arah kerumunan. Sementara itu, Kepala Pamapta Res Merauke Aiptu Thomas Tomba, yang berada di lokasi, membenarkan adanya pergerakan massa yang berusaha mengejar seseorang yang dicurigai sebagai pelaku.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Diambil dari Nama Suku yang Punah Karena Kebakaran Hebat, Kini Menyimpan Banyak Cerita LegendaDiambil dari Nama Suku yang Punah Karena Kebakaran Hebat, Kini Menyimpan Banyak Cerita Legenda

Diambil dari Nama Suku yang Punah Karena Kebakaran Hebat, Kini Menyimpan Banyak Cerita Legenda

Membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Jayapura. Setelah tiba di Danau Emfotte, pengunjung…

22 hours ago

Distrik Manggelum Kondusif, 88 Warga Dipulangkan

Rilis yang diperoleh dari Humas Polres Boven Digoel menyebutkan, pelepasan dilaksanakan di Pelabuhan Tanah Merah…

22 hours ago

De Oranje Butuh Kemenangan

Swedia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat kemenangan telak pada laga pembuka, sementara Belanda…

23 hours ago

Kejari Mimika Hentikan Penuntutan Kasus Penganiayaan Lewat Restorative Justice

Perselisihan menajam setelah KS menolak membayar karena menganggap seluruh kewajibannya telah lunas. Ketegangan tersebut memuncak…

23 hours ago

Jadi Satu Kebanggaan Melihat Anak-anak Tumbuh Jadi Pribadi yang Mandiri

Keharuan memuncak saat para siswa satu per satu berjalan ke depan untuk menerima tanda kelulusan.…

24 hours ago

Dukung Kontingen Pesparawi, Pemkab Jayawijaya Beri Bantuan Rp.200 Juta

Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH, MH mengatakan jika, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memiliki kepedulian besar terhadap…

1 day ago