

Dr. John Agustinus, SE., MM (foto:Foto: Jimi/Cepos)
JAYAPURA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan di tengah tekanan ekonomi global. Salah satubta berkaitan dengan usulan rasionalisasi agar anggaran lebih tepat sasaran dan tidak membebani keuangan negara. Rencana efisiensi anggaran sebagai respon terhadap eskalasi di Timur Tengah sedang dilakukan pemerintah untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap di bawah 3%.
Efisiensi program prioritas pemerintah termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) terus didorong oleh sebagian pihak tak terkecuali pengamat ekonomi, dengan tujuan untuk menjaga defisit anggaran dalam memenuhi kebutuhan energi terutama Bahan Bakar Minyak (BBM) agar tidak langkah.
Meskipun demikian, pemerintah menegaskan tidak akan memangkas anggaran dari program-program prioritas seperti MBG dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Dengan alasannya program-program unggulan ini dinilai sebagai investasi jangka panjang.
Sementara di satu sisi lonjakan harga BBM dampak eskalasi di Timur Tengah berpotensi menimbulkan pembengkakan anggaran subsidi hingga Rp 210 triliun.
Hal ini dijelaskan Pengamat Ekonomi Kampus STIE Port Numbay Jayapura Dr. John Agustinus, SE., MM kepada Cenderawasih Pos, Kamis (26/3). Kondisi ini menurutnya dapat terjadi jika pemerintah menyerap seluruh kenaikan harga minyak untuk mencegah perubahan harga BBM.
Enam gubernur serta 42 bupati dan wali kota dari seluruh penjuru Tanah Papua berkumpul di…
Mantan Anggota DPRK Jayawijaya mengaku permintaan penambahan pasukan dari Polda Papua ini bukan tanpa alasan.…
Dari hasil perkembangan 32 orang telah diamankan di Mapolres Jayapura, dari jumlah tersebut sembilan orang…
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk pernyataan sikap dan penyampaian aspirasi terkait isu-isu sosial serta penegakan…
Padahal beberapa tahun lalu, Ruko Dok II adalah salah satu tempat favorit warga Kota Jayapura…
Operasi pengamanan ini berlangsung selama dua hari, 8-9 Mei 2026, menempuh rute perairan dari Distrik…