

Tim DPR Papua dengan Kepala BAIS TNI yang diantaranya Ketua Tim, John NR Gobai, Alfred Anouw, Jimmy Biniluk dan Yosia Busup bersama staf DPR Papua, Anderson Waroy dan Novan saat bertemu Kepala BAIS TNI Letjen Rudianto di Ruang Tamu kantor BAIS, Kalibata Jakarta, Rabu, (28/9).(FOTO: DPRP For Cepos)
JAYAPURA – Menindaklanjuti aspirasi masyarakat tentang mutilasi yang terjadi di Timika terhadap 4 masyarakat Nduga dan juga penganiayaan yang ujung kepada meninggalnya 1 orang dan juga 1 orang yang mengalami penyiksaan di Mapi, oleh oknum Anggota TNI, Tim DPR Papua menemui Kepala BAIS TNI Letjen Rudianto.
Usai bertemu yang berlangsung dari jsm 9.30 WIB sampai dengan jam 12.00, WIB, di Ruang Tamu kantor BAIS, Kalibata Jakarta, Rabu, (28/9). Tim DPR Papua dengan Kepala BAIS TNI yang diantaranya Ketua Tim, John NR Gobai, Alfred Anouw, Jimmy biniluk dan Yosia busup bersama staf DPR Papua, Anderson Waroy dan Novan.
Ketua tim DPR Papua, John NR Gobai, menyampaikan kehadiran hadir mereka untuk melanjutkan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat kepada DPR Papua untuk dapat menjadi perhatian Panglima TNI.
“Kami juga meminta agar kasus ini diproses secara terbuka dan pelakunya diberikan hukuman seberat-beratnya agar dapat menjadi efek Jera meminta agar pengadilannya dibuat terbuka dan bila perlu dipertimbangkan untuk membuat pengadilan koneksitas,” katanya kepada Cenderawasih Pos, melalui pesan elektroniknya.
Ia mengatakan Tim DPRP juga meminta kepada Panglima TNI untuk mengevaluasi penempatan pasukan non organik di Papua. Menurutunya, dalam menanggapi pengaduan yang disampaikan Kabais Letjen Rudianto menjelaskan Panglima TNI sangat mengatensi kasus mutilasi di Timika. Ia memastikan, para pelaku akan diberikan hukuman tuntutan pasal berlapis. masih menurut KaBAIS, Jenderal Andika dalam setiap kesempatan akhir-akhir ini terus mengingatkan kepada anggota untuk tidak mengulang peristiwa ini di tempat tugas mereka.
“Kami setelah mendengar, tanggapan Kepala BAIS, Letjen Rudianto, Ketua Tim DPRP, menyampaikan apresiasi untuk Panglima TNI yang telah mengatensi kasus mutilasi di Timika dan kami harapkan agar Kasus Mapi juga mendapat perhatian,” katanya.
Selain itu Letjen Rudianto juga meminta kepada stafnya untuk mencatat semua pandangan dan masukan yang di sampaikan untuk dapat dilanjutkan kepada Panglima TNI Jenderal Andika. (oel/tri)
Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…
IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…
Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…
Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…
Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…
Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…