Categories: BERITA UTAMA

PON Ternyata Masih Menyisakan Hutang

JAYAPURA – Meski eventnya sudah berlangsung dua tahun lalu dan dinyatakan sukses, namun perhelatan PON di Papua rupanya masih menyimpan PR. Yang cukup mengejutkan adalah terkait hutang yang muncul setelah pelaksanaan event. Ini terungkap saat dibacakan dalam sidang APBD perubahan di ruang sidang DPRP pekan kemarin.

Fraksi Golkar sempat menyampaikan ini dalam laporannya. Dimana Ketua Fraksi Golkar, Tan Wie Long menyebut bahwa terkait  hutang PON XX, fraksi Golkar DPR Papua meminta perhatian gubernur  dan PB PON untuk berkoordinasi guna memverifikasi dengan para pihak terkait  guna memastikan penyelesaian hutang atau pembayaran yang belum tuntas.

“Jangan sampai ada pihak yang akhirnya dirugikan dari pelaksanaan kegiatan ini terutama pengusaha dan masyarakat,” jelas Tan Wie Long dalam laporan pendapat akhir fraksi para sidang rancangan peraturan daerah Papua tentang perubahan APBD tahun 2023.

Tak hanya Golkar, Kusmanto dari Komisi III juga  ikut menyinggung ini. “Kami minta perhatian gubernur untuk secepatnya melakukan verifikasi, koordinasi dengan semua pihak yang terkait termasuk pemerintah pusat untuk memastikan utang PB PON XX di Papua yang belum diselesaikan agar segera ditindaklanjuti,” ujar Kusmanto.

Fraksi Nasdem juga menyinggung soal PON, namun disini berkaitan dengan asset yang ditinggalkan. Terkait PON ini Fraksi Nasdem menyinggung soal persoalan yang dihadapi pasca PON.

“Pertama soal kendaraan bus yang ditinggal dimana menurut Fraksi Nasdem perlu dialokasikan anggaran untuk dilakukan perbaikan kemudian segera dihibahkan kepada yayasan atau lembaga keagamaan. Kedua untuk venue – venue milik Pemprov yang telah dihibahkan, Fraksi Nasdem meminta gubernur agar ini dibicarakan kembali penggunaannya agar dapat digunakan untuk pembinaan atlet Papua,” ujar Herlin Beatrix Monim sebagai pelapor.

    Terkait ini Ketua Harian PB PON, Yunus Wonda menyampaikan bahwa hutang yang muncul tak lepas dari keterlambatan pemerintah pusat menuntaskan pembayaran. “Karena dicicil, makanya tidak semua terbayar, tapi ini sudah kami konfirmasi untuk segera pemerintah pusat menuntaskan. Tentu kami juga tidak mengharapkan hal ini terjadi,” singkat Yunus. (ade/tri)

newsportal

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

9 minutes ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

1 hour ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

2 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

3 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

4 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

5 hours ago