Sebagai informasi, situasi mulai memanas setelah negosiasi antara demonstran dan aparat tidak menemukan titik temu. Saling dorong tak terhindarkan dan berkembang menjadi bentrokan. Aparat kemudian melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa, yang dibalas dengan lemparan batu oleh sebagian peserta aksi. Dalam kondisi tersebut, massa berhamburan menyelamatkan diri ke berbagai arah, termasuk ke Perumnas I, Perumnas III, dan kawasan Expo Waena. Kepulan gas air mata membuat situasi di sekitar lokasi menjadi mencekam dan tidak kondusif. Dampak dari kericuhan ini meluas hingga ke arus lalu lintas. Ruas jalan utama Sentani-Abepura mengalami kemacetan panjang akibat penyekatan dan perubahan arus kendaraan oleh aparat keamanan. (jim)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Kapolres Jayawijaya melalui kabag Ops AKP Eddy Tohir Sabara menyatakan saat ini ada beberapa kelompok…
Kegiatan pemeriksaan rutin ini mencakup beberapa sasaran utama sikap tampang dan kerapian Pemeriksaan gampol (seragam…
Penyidikan kasus insiden berdarah di perumahan Rafles Residence, Jalan Irigasi Ujung, Mimika, memasuki babak baru.…
Wakil Bupati Yalimo, Yan Kirakla, SPd, meminta aparatur sipil negara (ASN) yang saat ini berada…
- Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Dapil Papua Selatan, Indrajaya menyebutkan bahwa…
Mereka tergabung dalam Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Papua Tengah. Di setang sepeda, bendera Merah…