

Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus, Kejati Papua, Nixon Mahuse didampingi Kepala Seksi Penyidikan Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Papua, Valery Dedy Sawaki saat merilis uang Rp 1,5 miliar yang dikembalikan dalam kasus korupsi dana PON, Rabu (26/3) (Foto: .lHumas Kejati)
JAYAPURA – Kejaksaan Tinggi Papua, akan memanggil mantan Ketua Harian Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX Papua Tahun 2021, Yunus Wonda. Belakangan, nama Yunus Wonda kerap disebut dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jayapura. Terbaru, ajudan dan drivernya mengaku pernah mengantarkan uang kepada YW yang saat itu menjabat sebagai Ketua Harian PB PON.
Hal itu terungkap saat penyidik Kejaksaan Tinggi Papua melakukan pemeriksaan terhadap keduanya. Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus, Kejaksaan Tinggi Papua, Nixon Mahuse mengatakan, berdasarkan keterangan fakta persidangan. Pihaknya telah memeriksa ajudan dan driver Ketua PB PON berinisial. Atas pemeriksaan itu, penyidik menyita satu unit Hp Samsung.
“Dari keterangan supir Ketua Harian PB PON di BAP, dia diberikan gaji sebesar Rp 4 jutaan/bulan. Dia juga mengaku pernah terima uang dari Eka Kambuaya untuk diantarkan kepada ketua PB PN dengan jumlah Rp 2,5 miliar. Ada juga Rp 400 juta. Namun dia tidak menjelaskan uang itu diperuntukkan untuk apa,” beber Nixon saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telfon selulernya, Rabu (26/3).
Kata Nixon, berdasarkan fakta persidangan dan pemeriksaan terhadap ajudan dan driver tersebut. Tidak menutup kemungkinan Yunus Wonda akan dipanggil penyidik kejaksaan untuk mengklarifikasi benar tidaknya keterangan saksi tersebut.
“Ia (Yunus Wonda) akan dipanggil sebagai saksi untuk dimintai klarifikasi, hal ini berdasarkan fakta persidangan dan pemeriksaan para saksi,” ujarnya.
Page: 1 2
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…
Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…
ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…