Categories: BERITA UTAMA

H+2 Korban Tenggelam Belum Ditemukan

Hengki berpesan kepada keluarga dan teman-teman korban agar tidak terjebak dalam informasi yang tidak bertangung jawab di media sosial.

Sementara itu Kasat Polair AKP Laurentius Kordiali, mengatakan  Peristiwa ini bukan merupakan laka laut, peristiwa ini, kata Laurentius lebih kecenderungan mereka bermain-main di pantai dan mengabaikan keselamatan.

Lebih lanjut Laurentius menyampaikan di tempat yang sama ditahun ini pantai Holtekamp telah memakan empat korban termasuk yang sekarang.

” Datang ke pantai Holtekamp, mulai dari setelah Jembatan merah, sepanjang pantai ini dianjurkan datang untuk duduk-duduk ditepi pantai menikmati suasana pantai bersama keluarga, Teman-teman bersenang-senang jangan datang untuk berenang,” terangnya.

Menurut Kasatpol Air Polresta Jayapura Kota, AKP Kordiali mengungkapkan bahwa pihaknya tidak merekomendasikan warga untuk berenang di perairan laut Holtekamp. Pasalnya dari pengamatan timnya, arus di lokasi ini sangat kencang dan berbahaya jika digunakan untuk berenang.

Kordiali meyakini jika ini tidak diindahkan maka dipastikan sangat memungkinkan akan jatuh korban lagi. “Ini sudah berulang kali kami sampaikan dan harusnya masyarakat mendengar. Kami tidak melarang berkunjung, silahkan saja berkunjung tapi ingat jangan digunakan untuk berenang atau turun ke dalam air,” jelas Kordiali melalui ponselnya, Selasa, (26/3).

Lalu dirinya meminta para pemilik tempat usaha di pantai perlu menyiapkan ban pelampung untuk mengantisipasi jika ada orang tenggelam.

“Ini kami rekomendasikan juga, jadi pemilik usaha perlu menyediakan pelampung dan sudah berulang kali kami imbau untuk itu,” tambahnya.

Kordiali juga menyampaikan sejak Januari hingga Maret ini ada 3 korban yang tenggelam dan berakhir tewas. “Kalau yang satu ini ditemukan meninggal lagi berarti sudah 4 orang dalam kurun waktu 3 bulan terakhir,” ungkapnya.

Disinggung soal papan peringatan kata Kordiali pihaknya sudah berinisiatif untuk itu namun diyakini property ini tidak akan bertahan lama.

“Mau dipasang bagaimana kalau nantinya pasti dilepas. Mana ada pemilik usaha yang mau tempat usahanya ada larangan seperti itu, pasti mereka lepaslah,” tutup Kordiali. (cr-278/ade/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Polres Mimika Musnahkan Tempat Pengolahan SopiPolres Mimika Musnahkan Tempat Pengolahan Sopi

Polres Mimika Musnahkan Tempat Pengolahan Sopi

Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Mimika melancarkan operasi senyap dengan menggerebek sebuah pabrik rumahan…

11 hours ago

Sepuluh Siswa dari Merauke dan Boven Digoel Ikuti Bimbel Masuk Sekolah Kedinasan

‘’Selama ini jarang anak-anak kita orang asli Papua yang masuk ke Akmil, Akpol maupun sekolah…

12 hours ago

Golkar Papua Selatan Percepat Konsolidasi Hadapi Pemilu 2029

Dewan Pengurus Partai Golkar Papua Selatan melakukan percepatan melakukan konsolidasi untuk menghadapi Pemilu 2029 mendatang.…

13 hours ago

Lima Korban Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal

Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…

2 days ago

Larangan Pungli Harus Jadi Perhatian Serius Tiap Sekolah

Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…

2 days ago

Berharap Pergumulan MRP Dapat Ditindaklanjuti Gubernur

ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…

2 days ago