

Kepala Bapas Kelas II Jayapura, Frianty Sanng (foto:Jimi/Cepos)
JAYAPURA–Broken home atau kerusakan hubungan dalam satu keluarga, banyak menjadi pemicu anak-anak terjerumus dalam pergaulan bebas. Keluarga yang harus menjadi tempat untuk berkumpul dan berbagi bersama, justru tidak bisa diharapkan bagi anak-anak untuk bergantung. Akhirnya, banyak yang mencari tempat pelarian di luar, dan tak sedikit yang akhirnya terjerumus pada hal-hal yang negatif.
Kepala Bapas Kelas II Jayapura, Frianty Sanng membenarkan bahwa broken home, keluarga yang tak lagi utuh, menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan remaja terjerumus dalam pergaulan bebas anak.
“Kejadian ini biasanya karena ada permasalah rumah tangga, entah itu berawal dari cekcok kedua orang tua, perselingkuhan, bahkan perkelahian yang berakibat putusnya tali yang dirangkai keluarga atau perceraian,” jelas Frianty kepada Cenderawasih Pos, Kamis (24/1).
Tak hanya itu, kata Frianty, faktor penyebab lain dari pergaulan bebas dari dari para remaja adalah rendahnya tingkat pendidikan keluarga, keadaan keluarga yang tidak stabil, kurangnya perhatian orang tua, hingga tingkat ekonomi keluarga yang rendah.
Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…
Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…
Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…
Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…
Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…
Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…