

Kepala Bapas Kelas II Jayapura, Frianty Sanng (foto:Jimi/Cepos)
JAYAPURA–Broken home atau kerusakan hubungan dalam satu keluarga, banyak menjadi pemicu anak-anak terjerumus dalam pergaulan bebas. Keluarga yang harus menjadi tempat untuk berkumpul dan berbagi bersama, justru tidak bisa diharapkan bagi anak-anak untuk bergantung. Akhirnya, banyak yang mencari tempat pelarian di luar, dan tak sedikit yang akhirnya terjerumus pada hal-hal yang negatif.
Kepala Bapas Kelas II Jayapura, Frianty Sanng membenarkan bahwa broken home, keluarga yang tak lagi utuh, menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan remaja terjerumus dalam pergaulan bebas anak.
“Kejadian ini biasanya karena ada permasalah rumah tangga, entah itu berawal dari cekcok kedua orang tua, perselingkuhan, bahkan perkelahian yang berakibat putusnya tali yang dirangkai keluarga atau perceraian,” jelas Frianty kepada Cenderawasih Pos, Kamis (24/1).
Tak hanya itu, kata Frianty, faktor penyebab lain dari pergaulan bebas dari dari para remaja adalah rendahnya tingkat pendidikan keluarga, keadaan keluarga yang tidak stabil, kurangnya perhatian orang tua, hingga tingkat ekonomi keluarga yang rendah.
Menurut Wilem, sejarah mencatat bahwa gaung pemekaran Papua Utara sudah dimulai sejak tahun 2012. Ia…
Dari video yang sudah ditonton ribuan orang ini tak sedikit yang tidak setuju dengan cara…
Anggota Komisi II DPR RI, Azis Subekti, menilai pernyataan Presiden Prabowo tersebut mencerminkan harapan rakyat…
Di sisi lain, Palestina sama sekali tidak dilibatkan dalam proses konsultasi sejak awal pembentukan Board…
Surat yang ditulis dalam bahasa Ngada itu berisi pesan agar sang ibu merelakan kepergian korban,…
“Amar putusan, mengadili, menyatakan permohonan tidak dapat diterima,” ujar Suhartoyo saat membacakan putusan. Dalam pertimbangannya,…