

Warga dua desa di Distrik Pronggoli saat berkumpul di halaman Gereja Sion Pronggoli usai diterjang longsor sejak 19 Februari lalu. Dari laporan pemerintah kampung disebutkan ada ribuan warga terdampak dan kini tengah mengungsi (foto:Istimewa)
Ribuan Warga Mengungsi, Minta Pemerintah Segera Turun
JAYAPURA – Musim penghujan yang melanda sejumlah daerah ternyata ikut berdampak khususnya di salah satu distrik di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Akibat intensitas hujan yang turun sejak 18 Februari lalu, dua desa di Distrik Pronggoli nyaris hilang tersapu longsor.
Meski tak ada korban jiwa namun hampir seluruh harta benda milik warga setempat terbawa material longsoran. Menurut laporan, ada ribuan warga yang saat ini mengungsi. “Hujannya turun sejak 18 Februari, itu malam hari dan tanggal terjadi 19 longsoran besar,” kata Kepala Distrik Pronggoli, Obet Pahabol dalam rekaman videonya yang dikirim ke Cenderawasih Pos, Selasa (24/2).
Dari sejumlah dokumen gambar dan video yang dikirim terlihat longsoran masih berpotensi terjadi. Ini juga yang membuat warga memilih mengungsi ke beberapa kampung sebelah setelah sebelumnya berkumpul di bangunan Gereja Sion Pronggoli. “Longsoran terus terjadi, warga ketakutan padahal sudah naik ke gereja akhirnya mereka mulai mengungsi ke desa sebelah,” tambahnya.
Dikatakan dampak dari longsor ini selain rumah, kebun tetapi juga ternak bahkan bangunan kantor desa ikut tersapu. “Beberapa hari terakhir longsorannya terus meluas dan warga ketakutan. Daerahnya kampung ini memang di posisi lembah dan dampaknya ada hampir 100 rumah terbawa longsor termasuk 7 rumah seng dan 2 kantor desa. Masyarakat trauma dan memilih berkumpul di gereja,” sambung Obet.
Namun karena arah longsoran mengarah ke gereja akhirnya warga kini berusaha pelan-pelan mengungsi ke kampung sebelah di Desa Pilam, Desa Lirukek dan Desa Hul-hul Punu. Warga berharap ada perhatian pemerintah karena pakaian dan semua isi honai semua hilang. Kata Obet masyarakat membutuhkan makanan, pakaian, parang, alat kebun maupun peralatan untuk makan.
Page: 1 2
Akar dari permasalahan ini dibongkar oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Dalam Rapat Kerja…
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura, Kombes Pol Rommy Sebastian, menjelaskan bahwa korban selamat bernama Agnes…
Di berbagai wilayah Papua, tantangan pendidikan masih menjadi perhatian, mulai dari keterbatasan akses pendidikan tinggi…
Dikatakan, untuk LPG 12 kg dijual dengan harga Rp 410.000. Sementara untuk LPG ukuran 5,5…
Media sosial Rabu (10/6) siang kemarin dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan menu…
Pejabat Sementara Kasubdit Patroli Polairud Polda Papua, AKP Wilston Latuasan, menegaskan bahwa menjaga kelestarian ekosistem…