Categories: BERITA UTAMA

Polisi Belum Menerima Laporan Terkait Warga Sipil Tewas

Belasan Polisi Diperiksa Terkait Insiden Keributan Deiyai

JAYAPURA– Meski Kabupaten Dogiyai mulai berangsur pulih dan aktifitas kembali normal namun hingga kini aparat kepolisian dan personil brimob masih berada di lokasi untuk memastikan tak ada gangguan lainnya.

Selain itu terkait informasi tewasnya tiga warga sipil pasca insiden keributan ketika palang akan dibuka, hingga kini pihak kepolisian menyatakan belum menerima laporan kejadian tersebut.

Lession Officer (LO) Polda Papua Papua Tengah, Kombes Pol Gustaf Urbinas menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima laporan dari siapapun terkait korban sipil. Ia meminta siapa saja yang mengetahui kejadian ini bisa membuat laporan resmi sekaligus menunjukkan bukti adanya korban tewas. ”

Silahkan saja, toh saat ini pihak kepoisian sudah sangat terbuka dan bisa melapor kapan saja. Jika memang mengetahui ada yang jadi korban bisa langsung melaporkan biar segera kami tindaklanjuti. Ini biar semuanya jelas,” kata Gustaf menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos di Mako Brimob Kotaraja, Senin (24/7).

Selain itu agar jangan terkesan seolah – olah polisi dikambinghitamkan dan tidak peduli dengan kejadian tersebut.

”Sebagai Kabid Propam saya sampaikan kami akan tindak jika melakukan pelanggaran dan ada korbannya. Namun sepanjang tak ada korban, tidak ada bukti dan saksi lalu  yang akan kami proses ini apa? Apakah isu yang akan kami proses? Itu tidak bisa apalagi hanya atas dasar foto, pesan singkat itu tidak bisa,’’ bebernya.

Mantan Kapolresta Jayapura ini  menambahkan bahwa Polri perlu disuport dengan laporan yang valid dan bukti yang jelas. Kalau hanya mempercayai postingan – postingan maka pihaknya khawatir semua ramai tapi belum tentu benar.

‘’Yang jelas kami belum menerima laporan orang tewas, bahkan luka – luka juga tidak ada. Kami sudah sampaikan, yang luka, meninggal dunia silahkan laporkan jika masih ada orangnya atau kalau sudah meninggal tunjukkan dimana makamnya dan saksi – saksi dihadirkan. Jangan foto lama dikejadian lain malah dikaitkan dengan kejadian di Dogiyai,’’ sindir Gustaf.

‘’Kami tidak mau institusi ini dikambinghitamkan dengan pertikaian di tempat lain, konflik sendiri dan sudah belasan anggota Polisi yang kami periksa namun belum ada yang mengarah pada kekerasan bersenjata, bahkan bisa dibilang justru anggota kami  yang terluka. Kena kapak dan panah di leher,’’ tutupnya. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Indonesia Butuh Keseimbangan Antara Pertumbuhan dan Stabilitas

Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…

11 hours ago

Transaksi Sabu 12,35 Gram Lewat Ekspedisi Digagalkan

   IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…

12 hours ago

Pendapatan Naik Rp78 Miliar, Belanja Bertambah Rp83 Miliar

   Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…

13 hours ago

Perubahan Kehidupan Setelah Menerima Injil, Membuat Ondoafi Skouw Tergerak Hatinya

  Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…

14 hours ago

56 BLUD di Tanah Papua, Baru 4 Punya Regulasi Fleksibilitas PBJ

Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…

15 hours ago

Sidak Kelurahan Waena, Penyaluran Bansos Hingga Lingkungan Jadi Atensi

  Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…

19 hours ago