Categories: BERITA UTAMA

Dua Pelaku Pembunuhan Bripda Anton Ditangkap

Satu Buron, Polisi Minta Bantuan Masyarakat Untuk Posisi Korban

JAYAPURA – Proses pengungkapan kasus hilangnya salah satu anggota Samapta Polda Papua, Bripda Anton Julez Matatula Rumi  hingga kini masih menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi Polresta Jayapura Kota.

Dua minggu pencarian sejak dilaporkan hilang pada 28 Februari lalu ternyata belum ada hasil yang menggembirakan. Korban yang dikatakan dibuang di Sungai Tami masih tetap belum ditemukan. Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol. Gustav Urbinas, SIK.,  akhirnya buka suara.

Untuk kasus ini Kapolresta Gustav Urbinas memang tidak mau banyak memberikan statemen sebelum pelaku utama ditangkap. Namun dari hasil pengejaran yang  dilakukan siang malam, Polisi akhirnya berhasil mengamankan empat orang. Hanya dari empat ini dikatakan baru dua orang yang menjadi pelaku utama. Dua pelaku utama itu adalah TK dan OG sedangkan satu pelaku lagi hingga kini dalam pengejaran.

“Total semuanya ada lima tapi dari lima ini hanya tiga yang terlibat dan kami baru menemukan dua orang. Satu lagi masih dalam pengejaran,” ungkap Kapolresta Gustav di halaman Mapolresta, Kamis (24/3).

“Untuk terduga pelaku sudah kami tangkap  beserta barang buktinya dan kami masih menunggu hasil resmi pengecekan identifikasi mobil dari bercak darah dan sudah dilakukan tinggal hasil resminya dan barang bukti lainnya juga sudah termasuk saksi – saksi lainnya. Yang belum adalah  menemukan korban,” sambungnya.

Kapolresta menambahkan bahwa untuk TK disebutkan ditangkap di wilayah Keerom sedangkan OG ditangkap lebih dulu di Sentani, Kabupaten Jayapura. Ada juga dua orang yang diduga terlibat namun statusnya masih sebatas saksi.  “Iya yang dua orang ini masih sebagai saksi, kami masih minta keterangan apakah betul terlibat langsung atau ada pembantuan,” kata Gustav.

Pelaku utama disebutkan adalah mereka yang membawa mobil, yang memukul dan yang membuang. “Kalau yang pukul sudah ditangkap Kamis lalu begitu juga dengan sopir juga mengaku ikut memukul korban termasuk pelaku ketiga yang juga membuang korban. Para pelaku ini membuang korban di Sungai Tami,” jelasnya.

Disini Kapolresta meminta bantuan masyarakat termasuk keluarga jika memiliki informasi lebih terkait kasus yang masih belum terpecahkan ini.

Dikatakan pencarian di Sungai Tami sudah dilakukan selama 2 minggu dan besok (hari ini) Polisi akan kembali menyisir Sungai Tami hingga arah muara laut.

“Semoga bisa ditemukan. Kami mohon doanya semoga pencarian ini bisa cepat terungkap dan kondisinya seperti apa. Kami juga sudah melibatkan tokoh masyarakat lokal dan adat namun hingga kini belum ditemukan,” pungkasnya. (ade/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: KRIMINAL

Recent Posts

Pembangunan Sekolah Rakyat di Biak Resmi Dimulai

Pembangunan Sekolah Rakyat yang akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas ini dianggarakan melalui i APBN dengan…

15 minutes ago

BTM: Pembangunan Sejatinya Bisa Menjaga Jati Diri dan Budaya

Benhur Tomi Mano, MM (BTM) menegaskan bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur dari berdirinya gedung…

45 minutes ago

Tahapan Seleksi Sekda Definitif Papua Pegunungan Tunggu SK dari Presiden

PJ Sekda Provinsi Papua Pegunungan Drs. Wasuok Demianus Siep menyatakan untuk jabatan Sekda Papua Pegunungan…

1 hour ago

Ratusan Warga Sambut Kunjungan Gubernur Apolo Safanpo di Warse dengan Perahu Tradisional

Pantauan di lokasi, sejak pagi ratusan warga mendayung perahu tradisional untuk menjemput speedboat yang ditumpangi…

2 hours ago

Gubernur Berharap Asrama SMAK Asmat Jadi Tempat Pendidikan Budi Pekerti

Gubernur  Apolo mengatakan kehadiran asrama diharapkan tidak hanya mendukung proses belajar mengajar, tetapi juga menjadi…

3 hours ago

Pemkab Biak Numfor dan Supiori Diminta Usulkan Tambahan Kuoata

Selain melihat dari dekat antrian kendaraan, Marthinus Pasang juga menemui pengelola SPBU dan pihak  Rayon…

4 hours ago