Categories: BERITA UTAMA

Fenomena Alam, Hujan Es Turun di Ilaga

Warga saat memperlihatkan hujan es yang terjadi di Ilaga, Kamis (21/11) ( FOTO : Dokumen Warga)

Warga Tak Mau Ketinggalan Momen

JAYAPURA- Fenomena alam, hujan es terjadi di Ilaga Kabupaten Puncak. Peristiwa ini cukup langka mengingat terjadi di wilayah Indonesia yang tropis, terlebih saat ini dibeberapa wilayah lain di Indonesia mengalami musim kekeringan panjang. Namun, di Ilaga, terjadi hujan es layaknya di benua Eropa yang punya musim dingin.

 Wargapun tak mau ketinggalan momen dengan mengabadikan momen langka tersebut yang terjadi pada Kamis (21/11).

  Marnis Tabuni, Warga Puncak mengatakan, fenomena tersebut bukan kali pertama terjadi di Ilaga. Melainkan sudah sering, ia juga memastikan tidak ada kejadian apa-apa saat hujan es tersebut.

  “Situasi kami aman di sini, masyarakat menyambutnya dengan biasa saja. Wilayah kami kondusif saat ini,” ungkapnya melalui telfon selulernya, Jumat (22/11).

Secara terpisah, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura Petrus Demon mengatakan, analisa  kejadian hujan es di Ilaga, Kabupaten Puncak  berdasarkan hasil monitoring peta angin lapisan atas menunjukkan terjadi gangguan pada skala regional, yakni terbentuknya sirkulasi eddy di wilayah Papua bagian tengah.

Gangguan pada skala regional berinteraksi dengan kondisi lokal dimana wilayah Ilaga terletak di wilayah pegunungan, sehingga faktor orografis sangat mempengaruhi pola hujannya.

“Interaksi antara gangguan pada skala regional dan lokal menyebabkan labilitas atmosfer di wilayah Ilaga dan sekitarnya sangat labil dan mendukung pertumbuhan awan Cumulunimbus yang cukup luas dan menjulang tinggi dan dapat menyebabkan Hujan Es,” terangnya.

  Dikatakan, hujan es disebabkan oleh Awan Cumulonimbus. Awan Cumulunimbus yang tumbuh menjulang tinggi, memiliki tinggi dasar 400 meter dan tinggi puncak awan bisa mencapai 9000 meter atau 9 Km di wilayah equator.

  Titik beku di wilayah tropis terjadi pada ketinggian sekitar 5000 meter (5 Km), sehingga awan cumulunimbus yang berada pada ketinggian di atas 5 Km sudah tidak terdiri atas tetes-tetes air lagi tetapi berupa butiran hingga bongkahan es.

“Butiran-butiran es juga turun sebagai hujan mencapai tanah karena didukung oleh suhu udara permukaan di Ilaga dan sekitarnya yang juga cukup rendah, sehingga hujan yang turun dari awan Cumulunimbus yang masih dalam bentuk butiran es masih dapat mencapai tanah karena kondisi suhu lingkungan yang rendah,” jelasnya. (fia)

newsportal

Recent Posts

Theo: Tak Masuk Akal Orang Papua Sandera Orang Papua

Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…

22 hours ago

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm bagi Perguruan Tinggi di Papua

   Merespon terkait dengan kasus tersebut​, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…

23 hours ago

El Nino Kuat Bayangi Mimika, BMKG Peringatkan Asap Kiriman dan Gangguan Penerbangan

BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…

23 hours ago

Giliran Asap Negara Tetangga Resahkan Warga RI-PNG

Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga…

24 hours ago

Satpol PP Siagakan 10 Personel Amankan  Kantor Dinkes Merauke

Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…

1 day ago

Melaju di Atas Aspal dari Malam Tembus Pagi, Terapkan Monitoring  24 Jam

Di tengah tuntutan pemenuhan  hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…

1 day ago