

Dua orang warga yang dievakuasi dari Distrik Kiwirok saat turun dari helikopter tipe 412 EP TNI-AD Noreg HA – 5155, Rabu (22/9). (FOTO: Kodam XVII/Cenderawasih)
JAYAPURA-Tiga warga dievakuasi dari Distrik Kiwirok ke Jayapura, imbas dari kejadian penyerangan dan penganiayaan terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Senin (13/9) lalu.
Tiga warga sipil tersebut dievakuasi personel TNI dari Kolakops Korem 172/PWY menggunakan Hellycopter Type 412 EP TNI-AD Noreg HA – 5155, pada Rabu (22/9). Ketiga pengungsi tersebut merupakan 2 orang masyarakat non Papua bernama Magdalena Esawaek (39) asal Biak guru SMP, Rospiani Purba (55) asal Medan guru SMP dan 1 orang masyarakat asli Kiwirok Yosepa Taplo (50) ibu rumah tangga.
Saat proses evakuasi, aparat TNI mendapatkan gangguan tembakan dari pihak kelompok separatis Ngalum Kupel. Namun hal tersebut bisa diatasi, sehingga evakuasi dapat berjalan dengan aman.
Danrem 172/PWY, Brigjen TNI Izak Pangemanan mengatakan, evakuasi masyarakat yang dilakukan saat ini merupakan keinginan masyarakat itu sendiri untuk keluar sementara waktu dari Distrik Kiwirok sampai keadaan kondusif serta roda pemerintahan berjalan normal kembali.
“Kondisi masyarakat yang mengungsi dalam keadaan baik dan untuk memenuhi kebutuhan mereka TNI akan mengirimkan bantuan bahan makanan dari Jayapura menggunakan helikopter,” kata Izak.
Lanjutnya, TNI telah menambah jumlah pasukan di Distrik Kiwirok dalam rangka pemulihan keamanan dan melakukan penindakan terhadap kelompok Ngalum kupel.(fia/nat)
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…