

JAYAPURA-Meskipun aparat keamanan sempat melepaskan gas air mata karena adanya insiden pelemparan ke kantor DPRD Kabupaten Nabire, namun aksi demo menolak aksi rasisme terhadap mahasiswa Papua berakhir dengan damai, Kamis (22/8).
Diperkirakan 3.500 masyarakat Nabire turun di jalan melakukan aksi demo terkait dengan ucapan berbaua rasis terhadap mahasiswa Papua di Surbaya dan Malang beberapa waktu yang.
Kapolres Nabire AKBP Sonny Tampubolon menuturkan, aksi dimulai sekitar pukul 07.00 WIT dengan titik kumpul awal masa yakni Simpang Sriwini, Simpang Wadio, Kalibobol dan Pasar Karang selanjutnya titik kumpul massa di kantor DPRD Nabire.
Dikatakan, sebanyak 600 personel gabungan TNI-Polri, Brimob dan Satpol PP turut mengamankan jalannya aksi. Aparat keamanan sendiri mengawasi dari jarak 20 meter. “Saat aksi demo, kami melepaskan gas air mata. Karena terjadi insiden pelemparan terhadap kantor DPRD Nabire. Hal itu kami lakukan untuk menenangkan massa. Setelah itu, massa kembali melanjutkan aksinya dengan menyampaikan orasinya dengan tenang hingga pukul 13.30 WIT di kantor DPRD,” jelas Sonny Tampubolon saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (22/8).
Kapolres meminta masyarakat Nabire agar tidak mudah terprovokasi dan terpengaruh dengan hasutan yang berusaha membangkitkan masalah rasisme. “Benar memang itu menyakiti, tapi biarlah kita memaafkan. Karena situasi ini ada yang memanfaatkannya dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang berusaha memecah belah persatuan bangsa,” tuturnya.
Pasca demo, situasi Kabupaten Nabire kondusif. Pihaknya akan rutin melakukan patroli serta bersinergi dengan tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat untuk menjaga situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polres Nabire. (fia/nat)
Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…
Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…
Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…
Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…
Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…
Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…