Categories: BERITA UTAMA

Gaji Telat, Dua kelompok di Mamberamo Raya Nyaris Bentrok

JAYAPURA-Diduga gara-gara persoalan gaji yang telat dibayarkan, dua kelompok masyarakat di Kabupaten Mamberamo Raya, Jumat siang (22/4)  nyaris bentrok.

Kedua  kubu sudah sama-sama menyiapkan peralatan perang dan sudah siap dengan semua situasi. Kondisi sempat memanas karena dibumbui dengan isu kelompok suku.

Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Faizal Rahmadani membenarkan adanya kejadian tersebut dimana melibatkan dua kubu yakni pegawai honor dan massa dari bupati. Keduanya disebut memiliki kekuatan massa yang kurang lebih sama. Jumlah masa keduanya sekira 200 orang.

Kejadian ini bermula ketika para honorer mempertanyakan gaji yang tak kunjung dibayarkan oleh Pemda setempat. Informasi yang diperoleh belum dibayarkan selama 2 bulan. Kemudian pegawai honorer ini melakukan aksi pemalangan dengan tuntutan segera membayar honor mereka. Untungnya aksi massa yang ngotot dan mulai bersiap-siap untuk  berperang ini berhasil diredam.  Namun situasi kembali memanas ketika ada kelompok lain datang sambil membawa senjata tajam.

“Massa dari bupati yang merasa terancam berusaha melakukan perlawanan tapi berhasil di blockade. Mereka dipisah sehingga tidak terjadi bentrok,” beber Faisal.

Upaya pencegahan ketika itu dilakukan karena kedua kelompok sudah sama-sama siap untuk ribut. Untungnya ini tidak berlanjut.

Disini Faisal  menambahkan bahwa terjadi salah paham dari tenaga honorer di Mamberamo Raya terkait gaji padahal Jumat (22/4) kemarin rencana dibayarkan.

“Rencananya Jumat ini dibayarkan namun pak bupati melihat ada eskalasi akhirnya ditunda. Saya sudah tanyakan Kapolres dan tidak ada korban jiwa dan tak ada yang terlalu signifikan,” jelasnya.

“Sekarang sudah kondusif dan bupati juga sudah datang menemui massa,” sambung Faisal. Disinggung soal persoalan honor pegawai yang merembet ke masalah suku sehingga memicu emosi warga, Faisal menyampaikan bahwa pihaknya sedang mendalami.

“Memang ada beberapa tuntutan dan kami sampaikan Kapolres untuk antisipasi serta hindari jika ada potensi meluas,” tutup Faisal. (ade/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: KRIMINAL

Recent Posts

Realisasi APBD Papua 2025, Pendapatan 97,95 % dan Belanja 96,58 %

  Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, mengatakan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Raperdasi) tentang Pertanggungjawaban…

11 hours ago

TPAKD Papua Siapkan Strategi Baru Dorong Ekonomi Daerah

  Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Papua, Andry, mengatakan TPAKD bukan sekadar…

12 hours ago

Pemprov Harus Serius Kelola Aset Senilai Rp17,4 Triliun

   Pandangan umum Fraksi Golkar yang dibacakan Yermias Y.Y. Wouw,  menyoroti nilai aset daerah Papua…

13 hours ago

Melihat Aksi Solidaritas Masyarakat Kota Jayapura Dalam Musibah Gempa di NTT

Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terjadi pada Sabtu, 15…

14 hours ago

ABR: Festival Kampung Tak Boleh Hilang

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura tetap memberikan perhatian terhadap keberadaan…

1 day ago

Tabrak Truk Tabung Gas, Pengendara Motor Luka-luka

  Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Pengendara sepeda motor bernomor polisi PA…

1 day ago