Categories: BERITA UTAMA

BMKG Pastikan Hoax

*Polda Papua Bidik Akun Penyebar Hoax Bencana Besar

JAYAPURA-Di tengah duka yang dihada[pi masyarakat akibat bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Jayapura, Sabtu (16/3) lalu, masih ada oknum tertentu yang menyebarkan hoax terkait bencana melalui media sosial.

Seperti postingan hoax di media sosial Facebook, Rabu (20/3) kemarin yang menyebutkan kemungkinan besar akan adanya bencana besar. Oknum penyebar hoax juga mengaku sudah melakukan pemantauan gunung Cycloop dan laut yang menurutnya hanya lima kaki.

Parahnya lagi, si penyebar hoax bisa memprediksi akan terjadinya gempa bumi dan air laut akan masuk ke Jayapura dan Sentani.  

Terkait postingan tersebut, Kepala Balai Besar Meteorologi Kilimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura, Petrus Demon Sili dengan tegas menyatakan bahwa postingan tersebut adalah hoax.

Menurutnya, cuaca ekstrim yang terjadi saat ini tidak dapat menyebabkan terjadinya gempa bumi dan tsunami. Petrus Sili menyebutkan tidak ada hubungan antara banjir bandang dengan tsunami. Sebab banjir bandang pemicunya hujan sementara tsunami salah satu pemicunya  adalah gempa bumi.

Mengenai terjadinya gempa, Petrus Sili menyampaikan bahwa sampai saat ini belum ada teknologi atau metode yang mampu memprediksi kejadian gempa bumi secara pasti.

“Gempa bumi besar tidak terjadi di Jayapura. Selain itu tidak ada longsoran bawah laut dan juga tidak ada gempa bumi karena erupsi gunung api. Saya pastikan postingan itu adalah hoax,” tegas Petrus Sili saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos via ponselnya, Kamis (21/3). 

Mengenai pernyataan bahwa tinggi pegunungan Cycloop dan laut hanya 5 kaki, Petrus Sili lagi-lagi membantah keras pernyataan tersebut. Menurutnya, tinggi wilayah Sentani dan sekitarnya yaitu 75 mdpl atau sekira 248 kaki. Sedang pegunungan Cycloop tingginya sekira 1.970 mdpl atau 6.500 kaki. 

Dalam kesempatan itu, Petrus Sili mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan percaya kepada instansi resmi pemerintah dalam hal ini BMKG, TNI-Polri,  BPBD ataupun instansi terkait yang mendapat informasi resmi dari BMKG.  “Jangan percaya isu yang berkembang dari sumber yang tidak bertangung jawab,” pintanya.

Mengenai prakiraan cuaca di Kota dan Kabupaten Jayapura, Petrus Sili mengatakan, lima hingga tujuh hari ke depan masih terjadi  hujan sedang hingga lebat dan potensi terjadi lebih banyak pada malam hari. 

Kondisi ini menurutnya perlu diwaspadai oleh masyarakat yang ada di bantaran sungai atau daerah yang terdampak banjir termasuk pemukiman penduduk di lereng perbukitan untuk menghindari bencana hidro meteorology.

“Lambat laun hujan akan berhenti  karena mengikuti  siklon tropic yang ada di selatan Papua yang sekarang sudah bergeser menjauh,” tambahnya. 

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. AM Kamal meminta seluruh masyarakat  untuk tidak memanfaatkan situasi dan kondisi bencana alam yang terjadi di Kabupaten dan Kota Jayapura saat ini.

“Kejadian musibah jangan sampai diprovokasi dengan menakut-nakuti masyarakat akan adanya tsunami dan lainnya,” tegas Kamal, Kamis (21/3).

Kamal menyebutkan akan mencari akun-akun  penyebar hoax tersebut, namun yang menjadi fokus Polda Papua saat ini adalah bagaimana untuk mengevakuasi dan mencari para korban banjir bandan yang melanda Kabupaten Jayapura tersebut.

“Masyarakat harus saling menolong untuk mencari korban ,menuntaskan kesusahan yang dialiami korban bukan malah menebarkan hoax,” pungkasnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

5 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

6 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

7 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

8 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

9 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

10 hours ago