

Kabidhumas Polda Papua Kombespol A.M. Kamal
JAKARTA, Jawa Pos-Serangan yang dilakukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdaka (TPNPB-OPM) kembali meningkat. Kelompok yang disebut Polri sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) itu akan meningkatkan intensitas serangan selama dua tahun ke depan. Target mereka adalah revolusi untuk memerdekakan Papua Barat.
Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menuturkan, dua tahun ke depan itu ditargetkan merupakan pemberlakukan revolusi total. ”Karena pemerintah Indonesia belum penuhi tuntutan bangsa Papua, hak politik penentuan nasib sendiri,” katanya kepada Jawa Pos (Grup Cenderawasih Pos).
TPNPB-OPM juga memberikan ultimatum terhadap maskapai penerbangan di Papua. Menurut dia, maskapai yang membawa anggota TNI dan Polri di Papua akan diserang. ”Jadi, jangan pernah mau bawa TNI atau Polri,” tegasnya.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Papua Kombespol A.M. Kamal menegaskan bahwa aparat keamanan siap meladeni aksi KKB. Saat ini pengejaran terhadap KKB terus dilakukan. Pasukan dikerahkan untuk mencari para pelaku serangan yang telah melukai warga sipil, anggota TNI, dan Polri.
Pihaknya juga mengejar pelaku penyerangan ke pesawat beberapa waktu lalu. ”Kami pasti terus mengejar,” tegasnya.
Tim pemburu terdiri atas personel TNI dan Polri. Dia mengatakan, keamanan akan terus ditingkatkan. “Untuk mencegah kembali terjadi serangan,” ujarnya. (idr/c13/oni/JPG)
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…