Categories: BERITA UTAMA

Pelaku Diduga KKB dari Nduga

JAYAPURA-Hasil pengembangan penyelidikan tewasnya Bripda Diego Rumaropen di Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya mulai menemukan titik terang. Polisi menyebut bahwa pelaku  merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)  dari wilayah Kabupaten Nduga.

Untuk pelakunya hingga kini dalam pengejaran. Polisi menargetkan bisa segera menangkap pelaku plus dua pucuk senjata api yaitu AK101 dan jenis SSG08 yang dirampas pelaku.

“Untuk perkembangan kasus Wamena bisa kami simpulkan bahwa dugaan kuat ini dilakukan oleh kelompok Nduga,” kata Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri kepada wartawan di Mapolda Papua, Senin (20/6).

Disini Kapolda Mathius Fakhiri menyatakan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan siapapun yang di negara ini hidup seenaknya melakukan kekerasan baik kepada masyarakat sipil maupun aparat TNI-Polri. Karenanya   Polda Papua tengah menyiapkan perkuatan tambahan untuk segera dikirim.

Polisi menurut Kapolda Mathius Fakhiri sedang bekerja untuk mengambil langkah tegas dalam penegakan hukum. “Kami sedang melakukan persiapan tambahan untuk menangkap pelaku. Semoga dengan doa dari masyarakat yang mencintai kedamaian di Papua kita bisa menunjukkan bahwa penegakan hukum itu ada dan selalu kami lakukan,” bebernya.

Ini juga menurut Fakhiri untuk menjawab pertanyaan pihak keluarga yang  masih bingung soal siapa pelakunya. Ia berharap ke depan tidak ada lagi kekerasan dengan alasan apapun.

Lalu jenderal bintang dua ini juga meminta jangan ada spekulasi terkait kasus pembunuhan tersebut. “Tidak perlu yang lain berkomentar saling mencurigai sebab kepolisian memiliki langkah – langkah profesional. Jangan ada yang mengatakan mencampuradukkan politik dan penegakan hukum. Ini murni kejahatan dan harus dilakukan penegakan hukum   sehingga tidak perlu  dicurigai  ini dimainkan oleh siapa-siapa,” tegasnya.

“Saya bisa sampaikan bahwa ini dimainkan oleh kelompok-kelompok yang memang selalu berseberangan negara dan itu dari kelompok Nduga,” sambungnya.

Disinggung soal keberadaan senjata dikatakan bahwa laporan terakhir dari lapangan menyebutkan bahwa senpi tersebut sudah menuju ke Nduga. “Saya juga sudah berkoordinasi dengan Pangdam XVII/Cenderawasih untuk mengingatkan pos – pos kita yang ada di sana. Baik pos Brimob maupun pos TNI agar meningkatkan kewaspadaan,” sambungnya.

Polda Papua sendiri kata Fakhiri akan menambah perkuatan personel Brimob dalam waktu dekat. “Besok (hari ini, red) saya akan ke Wamena untuk  melakukan penyelidikan dan evaluasi menyeluruh. Bila ada kesalahan oleh komandan kompi  maka ia juga akan diberikan hukuman yang berlaku. Saya tegas jika itu di luar SOP dari pengamanan di Papua,” tutupnya. (ade/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: KKBPAPUA

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

13 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

14 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

15 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

16 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

17 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

18 hours ago