

10 Anggota TNI Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa
JAYAPURA- Tak susah tangkap kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM), sebab jika OPM lari ke hutan mereka tak memiliki stok makanan. Yang terpenting anggota TNI rajin bertugas.
Hal ini disampaikan Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring dalam acara Kenaikana Pangkat Luar Biasa Operasi Militer Selain Perang (KPLBOMSP) kepada 10 prajurit TNI yang terdiri dari 8 personel dari Batalyon 328 Kostrad dan 2 personel Korem 172/PWY di Makodam XVII/Cenderawasih, Senin (20/5).
“Kalau masih muda, seperti kalian (Prajurit-red)., Egianus Kogoya pasti saya tangkap. Karena sekian tahun dia itu bebas, gampang kita mengumpul datanya. Sekian tahun dia hidup enak, kalau saya sebagai Dandim, Egianus Kogoya harus saya dapat,” tegasnya.
Dikatakan, pemberian KPLBOMSP kepada 10 prajurit lantaran bisa mengajak anggota OPM kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dimana, OPM tersebut sebelumnya berada di PNG dan kembali ke Indonesia.
Selain itu, prajurit juga mengamankan senjata organik jenis M16 dan 7 butir amunisi kaliber 5,56 di Skow Perbatasan RI-PNG pada awal tahun 2019. Serta berhasil membina anggota OPM agar kembali ke pangkuan NKRI, prestasi-prestasi inilah yang membuat 10 prajurit TNI ini mendapatkan penghargaan tersebut.
“Ini adalah bagaimana kepiawaian unsur pimpinan dan anggotanya untuk melaksanakan pendekatan secara humanis, pendekatan secara teritorial dan pendekatan kemanusiaan sehingga seorang lawan menjadi kawan,” ungkapnya.
Pangdam menyebutkan seluruh prajurit yang bertugas di wilayah perbatasan merupakan duta negara. Menjaga teritorial dengan baik dan membina masyarakat di sekitarnya serta memantau aktivitas illegal logging. Sebagaimana jalur perbatasan kerap menjadi transaksi illegal logging.
“Selamat buat kalian, jangan menjadikan ini sebuah kesombongan. Sebab perjalananmu masih panjang. Jangan tambah sombong namun tetap berikhtiar serta pelihara kesehatan dan jangan lupa berolahraga,” pintanya.
Ia juga mengingatkan kepada prajurit TNI untuk tetap memberikan kesejahteraan kepada masyarakat Papua dan prajurit TNI harus mengukir prestasi tanpa harus menghindar ke daerah operasi apalagi masih muda.
Adapun 10 prajurit yang mendapatkan KPLBOMSP yakni Mustari yang sebelumnya berpangkat Serka menjadi Serma, Richard L Baransano yang sebelumnya berpangkat Sertu menjadi Serka, M Bakti Yulada yang sebelumnya pangkat Serda menjadi Sertu.
Syafril Hadi yang sebelumnya berpangkat Praka menjadi Kopda, Budi Irama Putra yang sebelumnya Praka menjadi Kopda, Iman Saputra yang sebelumnya Praka menjadi Kopda, Sigit Ariyanto yang sebelumnya Praka menjadi Kopda, Aksan yang sebelumnya Praka menjadi Kopda dan Nugroho Cahyo Purnomo yang sebelumnya Pratu menjadi Praka. (fia/nat)
‘’Selama ini jarang anak-anak kita orang asli Papua yang masuk ke Akmil, Akpol maupun sekolah…
Dewan Pengurus Partai Golkar Papua Selatan melakukan percepatan melakukan konsolidasi untuk menghadapi Pemilu 2029 mendatang.…
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…
Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…
ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…