Categories: BERITA UTAMA

Tolak Aktivitas ULMWP di Tanah Papua

JAYAPURA-Tokoh Pemuda Adat Tabi dengan tegas menyatakan menolak segala aktivitas yang dilakukan kelompok United Liberatioan Movement For West Papua (ULMWP) di Tanah Papua, terlebih di Tanah Tabi.

   Sebab, menurut Kundrat Tukayo, salah satu tokoh Pemuda Adat Tabi,  masyarakat Papua menginginkan ketenangan dan kesejahteraan.  Oleh karena itu, dirinya meminta kelompok tersebut menghentikan lobi-lobi politik yang memperjuangan kemerdekaan bagi Papua.

  Kundrath pun menilai, pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Republik Indonesia melalui otonomi khusus (Otsus) bagi Papua selama 25 tahun belum berjalan sesuai yang diharapkan. Lambannya pembangunan di Papua ini, menurut Kundrat,  disebabkan karena orang Papua sendiri  yang tidak mampu menggelola  dana Otsus.

  “Kegagalan itu ada di pihak kita semua, sehingga kita orang Papua harus sadar, lantas kenapa masih menuntut merdeka, sementara pemerintah pusat menggelontorkan anggaran cukup besar, untuk pembangunan di Papua,” kata Kundrath didampingi sejumlah pemuda Papua, di Jayapura, Rabu (18/10).

  Pejabat di Papua, kata Kundrat, harus melakukan koreksi terhadap hal tersebut, agar aktivitas yang dilakukan oleh kelompok tertentu di luar negeri tidak lagi menjadi isu politik yang memperjualbelikan harkat dan martabat orang Papua untuk kepentingan mereka.

  Sementara kepada masyarakat di Tanah Papua, Kundrat mengimbau agar tidak terprovokasi dengan aktivitas yang dilakukan oleh ULMWP di luar negeri. “Mereka melakukan itu untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya, tetapi mengatasnamakan masyarakat Papua. Kami orang Papua menginginkan kesejahteraan bukan dengan cara melakukan aksi di luar negeri,” tegasnya.

   Sebelumnya, kelompok ULMWP atau Pemerintahan Sementara West Papua memberikan dukungan pada kegiatan pertemuan Internasional Parliement West Papua (IPWP) di Parlemen Inggris pada hari ini, Rabu, 18 Oktober 2023 yang diikuti oleh Benny Wenda.

  Dukungan tersebut dilakukan melalui seruan aksi di Jayapura pada Selasa (17/10) kemarin. Dimana mereka mendesak pemerintah Indonesia membuka akses kunjungan komisioner tinggi HAM PBB ke West Papua. (rel/tri)

Juna Cepos

Recent Posts

Kantor DPR Papua Digeledah Kejaksaan

Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…

8 hours ago

Dokumen Aspirasi Papua Utara Sampai ke DPRP

Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…

12 hours ago

Kamar Bak Apartemen di Lapas Cibinong Bikin Heboh, Ini Temuan Ombudsman

Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…

18 hours ago

Cegah Karhutla Berulang, Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove

Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…

19 hours ago

Kualitas MBG Bisa Diratting Bintang 1-5 di Aplikasi

Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…

20 hours ago

Banyak Kebun di Kawasan Penyangga Cycloop

Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…

21 hours ago